Pj Bupati Kawal Disiplin Pegawai, Pisah Sambut Bupati dan Penjabat Bupati Kayong Utara

Kayong Utara

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 165

Pj Bupati Kawal Disiplin Pegawai, Pisah Sambut Bupati dan Penjabat Bupati Kayong Utara
PISAH SAMBUT – Suasana pisah sambut Bupati dan Pj Bupati Kayong Utara, di pendopo Bupati Kayong Utara, Kamis (28/6). Pj Bupati Kayong Utara, Syarif Yusniarsyah mengatakan akan mengawal kedisiplinan para ASN di Kayong Utara. (SP/Bule)
Pj Bupati Kayong Utara, Syarif Yusniarsyah
"Kita harus melayani masyarakat dengan bahagia. Karena tanpa bahagia bagaimana kita bisa melayani dengan baik"

SUKADANA, SP - Pemerintah Kabupaten Kayong Utara menggelar pisah sambut Bupati Hildi Hamid dan Penjabat Bupati Syarif Yusniarsyah, di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Tanah Merah, Kecamatan Sukadana, Kamis (28/6). 

Pisah sambut ini diselenggarakan dengan menghadirkan seluruh aparatur pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Kayong Utara.

Pj Bupati Kayong Utara, Syarif Yusniarsyah dalam kesempatan itu menekankan persoalan tata kelola pemerintahan. Pada prinsipnya kata dia, tata kelola pemerintahan yang baik para birokrat harus bekerja full speed, siapapun pemimpinnya. 

"Posisi saya hanya melanjutkan dan mengawal, terutama Pilkada. Juga mengawal disiplin pegawai," ucapnya.

Kedisiplinan pegawai, menurutnya perlu dibina. Sampai mereka memiliki kesadaran bahwa sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), yang punya keyakinan, harus melayani masyarakat dengan baik.

Artinya, sambung Yusniarsyah, memiliki konsep pelayanan yang prima. Jangan melayani masyarakat setengah-setengah. Harus sungguh-sungguh untuk kemajuan Kabupaten Kayong Utara ke depan.

"Kita harus melayani masyarakat dengan bahagia. Karena tanpa bahagia bagaimana kita bisa melayani dengan baik," ujarnya.

Dirinya dalam waktu dekat ini juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor-kantor. Sidak ini, menurutnya perlu dilakukan untuk mengetahui kedisiplinan aparatur secara langsung. 

"Saya berharap setiap hari Jumat, posisi para pejabat berada di tempat. Jangan sampai nanti ada preseden, bahwa kepala kantornya tidak ada di tempat, tetapi pegawainya ada. Ketika kita melakukan tindakan disiplin terhadap pegawainya, si pegawai tentulah memberikan alasan kepala kantornya saja tidak disiplin, karena tidak ada di tempat," katanya.

Dirinya juga mengatakan, jika preseden ini terjadi, maka akan berbahaya bagi kedisiplinan ASN.

Sementara itu, Hildi Hamid, Bupati Kayong Utara  yang telah berakhir masa jabatannya 25 Juni lalu, menekankan kepada aparatur pemerintah daerah agar mendukung Pj Bupati, termasuk juga dengan bupati terpilih nanti. 

Hildi mengutarakan, tidak mungkin seorang bupati menguasai semua bidang. Dan juga mengetahui segala sesuatu yang ada di Kabupaten Kayong Utara. Maka itu perlu dukungan dan peran aparatur pemerintah pula.

"Kalau tidak ada dukungan dari aparatur pemerintah daerah, sangat susah. Saya mengharapkan seluruh aparatur yang ada mendukung Pj Bupati. Sampai terpilih dan ditetapkannya bupati yang baru," ungkap Hildi didampingi Idrus, mantan Wabup.

Dia juga berharap Pj Bupati juga bisa membenahi disiplin pegawai. Karena situasi seperti ini, banyak sekali yang menghambat untuk melakukan kegiatan. (ble/and)