Sengketa Bacaleg Diduga Palsukan SKBS Berlanjut ke Ajudikasi

Kayong Utara

Editor Jindan Dibaca : 231

Sengketa Bacaleg Diduga Palsukan SKBS Berlanjut ke Ajudikasi
Sidang Bacaleg dan KPU yang digelar Bawaslu Kayong Utara
SUKADANA, SP - Bawaslu Kabupaten Kayong Utara, menggelar mediasi kedua, penyelesaian sengketa Bacaleg dengan KPU Daerah Kayong Utara terkait pemalsuan SKBS, di Kantor Bawaslu, Sukadana, Senin (10/9). 

Disampaikan Ketua Bawaslu, Khosen, bahwa mediasi yang kedua kalinya ini, kedua belah pihak tidak mencapai kesepakatan, dan kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkannya pada tahap selanjutnya yakni, Ajudikasi. 

"Untuk tahapan Ajudikasi ini, akan diselenggarakan yang mana mengaju kepada hari kerja, akan dimulai pada Rabu (12/9). Yang merupakan proses ajudikasi pertama dengan agenda  pembacaan permohonan dan jawaban termohon," terang Khosen kepada awak media, Rabu (12/9).

Dilanjutkannya untuk tahapan yang kedua adalah tahap pembuktian dan kesimpulan. Dan tahapan terakhir adalah pembacaan putusan. 

Putusan itu sendiri, diperkirakan Khosen, mengingat ini 12 hari kerja, bisa jadi putusan itu nanti pada tanggal 18 September atau 19 September. 


"Intinya kami akan berusaha secepat mungkin menyelesaikan proses Ajudikasi ini, sebelum penetapan DCT, yang menurut informasi dari KPU, 20 September 2018. Dan sidang Ajudikasi ini digelar secara terbuka, karena bersifat umum," tukasnya lagi.

Sementara itu, salah satu Bacaleg, Ngadikun mengungkapkan awalnya memang, dikiranya para Bacalegnya ini yang memalsukan. 

"Pada prinsipnya, kami sama sekali tidak tahu bahwa itu palsu atau tidak palsu. Kami sudang mengikuti arahan dari KPU, kami harus mengurus di Rumah Sakit Agusdjam, dan segala prosedurnya juga sudah dikuti," sebut Ngadikun yang bernaung di Partai Golkar. 

Disebutkannya, terkait tanda tangan Dokter, dirinya juga tidak tahu. Karena ini bukan merupakan ranah mereka. Tetapi adalah ranahnya Rumah Sakit. 

"Kami tidak ngerti, tau-tau dibilang ini tidak benar. Dalam hal ini, kami bukan memalsukan dan tidak ada niat untuk memalsukan. Kami sudah mengikuti apa yang telah menjadi arahan dari KPU. Kami ini adalah korban," pungkasnya.