Senin, 27 Januari 2020


Pulau Datok Akan Jadi Destinasi Wisata

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 81
Pulau Datok Akan Jadi Destinasi Wisata

INDAH – Pantai Pulai Datok di Kabupaten Kayong Utara tampak indah. Pemkab setempat akan memoles tempat itu lebih indah lagi dalam waktu dekat.

SUKADANA, SP - Bupati Kayong Utara, Citra Duani beserta Wakilnya, Effendi Ahmad mengunjungi makam yang ada di Pulau Datok, Jumat (10/1).

Turut hadir pada kegiatan itu Wakil Ketua DPRD Kayong Utara, Abdul Zamad, Anggota DPRD KKU, Alias Syahrini, Kapolres Kayong Utara, AKBP Asep I Rosadi serta Perwira Penghubung Kodim 1203/Ketapang, Mayor (Inf) Budi Sumarjono. 

Citra Duani mengatakan bahwa makam yang bernama Tok Bubut itu sudah berusia ribuan tahun dan memiliki sejarah yang panjang. Pemerintah daerah bersama DPRD Kayong Utara berencana akan membangun Villa dan Jembatan Gantung di Pulau Datok tersebut guna menjadikan destinasi wisata yang baru.

"Makam Tok Bubut sudah hampir seribu tahun, tertua dari semua makam yang ada di Kayong Utara. Ini sebenarnya kita jadikan wisata bahari yang menarik untuk menindaklanjuti Sail Selat Karimata,” katanya. 

“Teman-teman anggota Dewan juga berharap ini dapat dibangun vila atau homestay, menghadap kel aut. Kita ingin masyarakat yang berinvestasi. Jadi masyarakat yang menikmati itu,“ terang Citra Duani.

Banyaknya wilayah Kabupaten Kayong Utara yang masuk dalam kawasan hutan yang dilindungi, disampaikan Citra, sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar tidak melanggar aturan yang ada.

Pemda Kayong Utara sendiri sudah membuat rencana induk tata ruang wilayah yang sudah disahkan, sehingga sektor pembangunan pariwisata dapat tertata dengan baik.

“Tahun ini rencana detail tata ruang kota Sukadana sudah bisa lahir. Kemudian rencana induk tata ruang pariwisata kita juga sudah di-Perda-kan. Itu dasar pondasi regulasi yang nantinya membangun investasi akan berdatangan karena kita sudah siapkan regulasi,” pungkas Citra Duani. (rif/bah)

Gerakkan Ekonomi Kerakyatan

Mahasiswa asal Kayong Utara yang kuliah di perguruan tinggi di Pontianak, Denni Firmansyah berharap pemerintah daerah mengembangkan sektor usaha yang dapat merangkul warga mencari penghasilan. 

“Jika makam Tok Bubut ditata dengan rapi, maka potensial mendatangkan wisatawan ke makam itu. Hal itu juga karena makam itu punya nilai sejarah,” kata Denni. 

Jika makam disolek sedemikian rupa, maka akan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Tentu nanti ada warga yang akan berjualan di situ. Ini akan membuka lahan pendapatan bagi warga. Pemerintah harus sungguh-sungguh mewujudkan itu,” pungkasnya. (rif/bah)