Pengusaha Ayam Broiler Desak Pemda Ketapang Stabilkan Harga

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 1135

Pengusaha Ayam Broiler  Desak Pemda Ketapang  Stabilkan Harga
Seorang peternak mengecek ayam di kandang miliknya di Kabupaten Ketapang. (foto Antara/ Syifa)

KETAPANG, SP – Para pengusaha ayam broiler di Ketapang  terancam gulung tikar, menyusul maraknya gempuran ayam luar daerah masuk pasar Ketapang dengan harga murah. Ketua Asosiasi Pengusaha Ayam Potong Ketapang, Maniri mendesak pemerintah daerah mengatur tata niaga guna menstabilkan harga ayam di pasaran.
 

 Ia menyebutkan, sudah beberapa bulan terakhir, ayam broiler dari Pangkalabun, Banjarmasin dan Pontianak masuk pasar Ketapang. Umumnya ayam tersebut berasap dari pengusaha besar. Dampaknya, pasar alami over stok. Bahkan banyak peternak kecil tak mampu menyaingi harga pasaran daging ayam sekarang mencapai Rp 13 ribu per kilogram. “Peternak ayam kecil seperti kami jelas merugi,”tutur Maniri.
 
Sebaliknya, bila kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, dampak terbesar adalah, banyak peternak ayam kecil di daerah bakal alami gulung tikar. Hal ini tentu dapat mempengaruhi harga ayam menjelang Idul Fitri mendatang, di mana nantinya, timbul khawatirkan.
“Jika banyak peternak kecil gulung tikar, kemudian stok barang kurang, tentu harganya nanti akan mahal," tuturnya, Jumat (6/5).

 Bila hal tersebut terjadi, bukan tidak mungkin pengusaha besar akan memainkan harga dari stok ayam mereka. Seperti pada Idul Fitri 2015, di mana harga ayam mencapai Rp 50 ribu per kilogram.
Akibatnya masyarakat yang terbebani dengan harga yang tinggi. Guna mengantisipasi hal tersebut, ia meminta peran pemerintah bisa melakukan sidak kelapangan mulai dari sekarang.

"Jangan sudah dekat lebaran dan harga naik baru sidak, itu tidak ada gunanya, dari sekarang pihak terkait mengecek kondisi di lapangan untuk mengantisipasi soal harga," tukasnya. (teo/loh/sut)