Puluhan Rumah di Kecamatan Delta, Ketapang Rusak Dihantam Angin Kencang

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 897

Puluhan Rumah di Kecamatan Delta, Ketapang Rusak  Dihantam  Angin Kencang
Sebuah pohon menimpa satu unit rumah warga di Desa Sukabangun, Kecamatan Delta Pawan, setelah Minggu (29/5) malam kemarin wilayah tersebut diterjang angin kencang. SUARA PEMRED/ THEO BERNADHI
KETAPANG, SP - Puluhan rumah warga di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta porak-poranda, akibat dihantam angin kencang, Minggu (29/5) sekitar pukul 19.30 WIB. Dari pantauan di lapangan, hampir seluruh atap rumah warga terlepas dan terpental ke tanah. Selain itu, juga terlihat sejumlah pohon tumbang di sisi ruas jalan.

Sainidi (37)  warga Desa Sukabangun Dalam mengaku tak menyangka angin kencang menerjang desanya.

"Tidak lama pulang dari acara di rumah tetangga, angin mulai terasa kencang. Sekitar lima menit kemudian listrik padam dan turun hujan deras yang disertai suara petir," ungkapnya, saat ditemui di salah satu rumah warga yang tertimpa pohon, Senin (30/5) pagi.

Lebih lanjut, Sainidi menceritakan angin kencang terus terjadi hingga setengah jam lamanya. Sejumlah wargapun tampak enggan untuk keluar rumah, khawatir akan keselamatan.
"Banyak atap rumah warga beterbangan," katanya.

Tepat di depan rumahnya, ada sebuah pohon tumbang dan hampir menimpa kediamannya beserta keluarga. Atas peristiwa ini, dirinya berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang, agar segera mengambil tindakan serta turun ke lapangan untuk melihat sejauh mana kondisi rumah-rumah warga yang diterjang angin kencang. 

  
"Sedikitnya ada sekitar 20 rumah warga yang rusak dihantam angin kencang. Ada yang atapnya terpental, ditimpa pohon dan ditindih bangunan walet milik warga yang roboh,” ungkapnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang menjadi korban, Syahrani (49) mengaku sudah puluhan tahun tinggal di Desa Sukabangun, namun belum pernah mengalami terjangan angin kencang seperti Minggu malam kemarin. "Baru kali ini anginnya kencang sekali, bahkan saya tidak sadar atap rumah sayapun terbang hingga belasan meter dari rumah saya," ujarnya.

Selain atap rumahnya terpental, tambah Syahrani, pohon besar yang tepat berada di depan kediamannyapun tumbang dan menimpa rumah warga lainnya.

"Ada juga motor warga yang parkir di dermaga dekat sungai, jatuh ke sungai akibat dihantam angin kencang. Kita berharap ada bantuan dari pemerintah, terkait bencana alam ini,” harapnya.

Kepala Desa (Kades) Sukabangun Dalam, Fauzi mengatakan, terus melakukan pendataan terhadap rumah-rumah warga yang menjadi korban angin kencang.

"Kurang lebih ada 20 rumah yang terkena dampak angin kencang ini," katanya.

Terkait korban jiwa, Fauzi mengatakan, hingga saat ini nihil ditemukan. Bencana angin kencang kali ini, menurutnya hanya berdampak pada kerugian fisik.
"Ini memang yang paling parah terjadi, sebelum pernah terjadi tapi tidak sekencang ini anginnya. Kita berharap segera ada bantuan dari pemerintah, untuk meringankan beban warga yang terkena dampak bencana ini," harap Fauzi.

Bantuan Sesuai Perbup


Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Triyoga menegaskan pihaknya akan segera menyalurkan bantuan kepada warga Desa Sukabangun Dalam yang terkena dampak angin kencang, terlebih menurutnya saat ini sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) terkait pemberian bantuan.

"Kita saat ini tengah melakukan pendataan dan pengecekan di lapangan, setelah itu sesuai Perbup kita akan salurkan bantuannya kepada warga, yang rumahnya rusak akibat dihantam angin kencang," terangnya.

Menurutnya, pada tahun 2014 lalu juga pernah terjadi angin kencang di Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, namun kala itu belum ada Perbup yang mengatur soal bantuan, sehingga pihaknya hanya dapat memberikan bantuan berupa bahan bangunan dan sejenisnya.

"Kalau sekarang sudah jelas diatur dalam Perbup. Jadi nanti ada bantuan berupa uang untuk kriteria rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan, yang jelas bantuan ini akan segera disalurkan, setelah kita selesai melakukan pendataan di lapangan," katanya. (teo/bob/sut)