Langganan SP 2

Polisi Didesak Ungkap Kasus Kantor KPUD Ketapang

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 520

Polisi Didesak Ungkap Kasus  Kantor KPUD Ketapang
Kepolisian dan pegawai KPU Ketapang sedang memeriksa gudang penyimpanan dokumen syarat dukungan calon perseorangan peserta Pilkada Ketapang yang terbakar, Kamis (20/8). (ist)
KETAPANG, SP – Kurang lebih sudah 10 bulan kasus dugaan pembakaran kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang terjadi, namun tak seorang pelakupun berhasil diamankan pihak Polres Ketapang. Tak ayal, lambannya pengungkapan kasus ini, dipertanyakan oleh sejumlah masyarakat.

Tokoh masyarakat Ketapang, Herman Wimpy meminta kepada Kapolda Kalbar, Brigjen Musyafak yang baru saja dilantik oleh Kapolri, Jenderal Pol Badrodin Haiti, di Rupatama Mabes Polri, Selasa (31/5) lalu, dapat mengevaluasi kinerja Polres Ketapang. "Sudah 10 bulan, belum juga ada kejelasan dan kepastian mengenai motif dan siapa pelaku dugaan pembakaran kantor KPU Ketapang,” ungkapnya, Kamis (2/6).

Lebih lanjut, Herman Wimpy mengatakan, kasus upaya pembakaran kantor KPU Ketapang pada Kamis (20/8) lalu, terus menjadi buah bibir pembicaraan di kalangan masyarakat, yang berharap, mempertanyakan serta mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkapnya.

Terlebih, menurutnya kejadian ini dianggap sebagai bentuk teror dalam penyelenggaraan pesta demokrasi, berapa waktu lalu. "Bukan baru pertama kali ini, kita mendesak Polres Ketapang untuk segera menyelesaikan kasus dugaan pembakaran kantor KPU. Kita minta kepolisian jangan hanya bisa berjanji, tanpa pembuktian," ketusnya.

Menurutnya, alangkah baiknya kasus dugaan pembakaran kantor KPU dapat menjadi atensi bagi Polda Kalbar maupun Polres Ketapang, mengingat dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun lagi akan berlangsung Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Kalbar serta Pemilihan Legislatif (Pileg).


"Jika pelakunya tidak kunjung ditangkap, tentu ini akan jadi warning tersendiri terhadap pelaksanaan pesta demokrasi di wilayah Ketapang, terlebih bagi pihak penyelenggara Pemilu yang khawatir peristiwa serupa kembali terjadi,” terangnya.

Untuk itu, dirinya meminta kepada Kapolda Kalbar, Brigjen Musyafak untuk dapat turut membantu dalam mengusut tuntas kasus dugaan pembakaran kantor KPU Ketapang, dengan menginstruksikan Polres setempat agar bisa lebih bekerja secara maksimal.

"Selain dugaan pembakaran kantor KPU, adapula sejumlah kasus lainnya yang belum diselesaikan dengan tuntas oleh Polres Ketapang,” ungkapnya Herman.

Diketahui, upaya pembakaran kantor KPU Ketapang terjadi pada Kamis (20/8) lalu, sekitar pukul 04.00. Api diduga berasal dari kolong belakang bangunan kantor KPU Ketapang. Atas kejadian ini, gudang tempat penyimpanan dokumen syarat dukungan calon perseorangan peserta Pilkada Ketapang hampir hangus terbakar.

Rasa Trauma


Ketua KPU Ketapang, Ronny Irawan mengaku, belum mengetahui sama sekali motif dan pelaku dugaan pembakaran kantor KPU Ketapang. Dirinya berharap, pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini dan menangkap tersangkanya.
"Kejadian itu sontak mengganggu psikologis dan kenyamanan kerja para petugas KPU. Bahkan, menimbulkan rasa trauma bagi kami,” terangnya.

Meskipun peristiwa ini merupakan risiko tersendiri bagi pihak penyelenggara, namun dirinya berharap, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di pelaksanaan Pemilu tahun berikutnya. "Sejauh ini, harapan kita tetap sama dengan masyarakat Ketapang, yakni semoga kasus dugaan pembakaran kantor KPU dapat segera tuntas,” tuturnya. (teo/bob)