Korban Bencana di Desa Sukabangun, Ketapang dapat Bantuan Rp 7,5 Juta per KK

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 687

Korban Bencana di Desa Sukabangun, Ketapang dapat Bantuan Rp 7,5 Juta per KK
Salah seorang warga korban bencana di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang, yang mendapat bantuan, Rabu (8/6). (SUARA PEMRED / THEO BERNADHI)
KETAPANG, SP – Sedikitnya 25 warga yang rumahnya menjadi korban bencana angin puting beliung, Minggu (30/5) lalu, memperoleh bantuan dari Pemerintah Kabupaten Ketapang sebesar Rp 7,5 juta per kepala keluarga, Rabu (8/6).

Meskipun bantuan terlampau kecil, bila dibandingkan dengan kerusakan yang dialami, puluhan warga yang menjadi korban terlihat senang dan bersyukur dengan perhatian yang diberikan oleh pemerintah.

Fidi (31) satu di antara warga Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Ketapang yang turut menjadi korban terjangan angin puting beliung mengaku, bersyukur atas bantuan yang diberikan. “Saya mengalami kerugian mencapai belasan juta,” ungkapnya.

“Setidaknya bantuan ini dapat meringankan beban kami, untuk memperbaiki kondisi rumah yang rusak, akibat diterjang anging puting  beliung,” lanjutnya.


Fidi mengakui, penyaluran bantuan yang diberikan oleh pemerintah tersebut, terkesan lamban dari pasca kejadian yakni sekitar satu pekan. Padahal, dirinya berharap santunan datang lebih cepat minimal tiga hari setelah bencana.

Hal ini bertujuan, agar warga yang menjadi korban dapat segera memperbaiki kerusakan yang ada. "Harapan saya ke depan penyaluran bantuan lebih cepat tidak seperti saat ini, cukup lama. Bila cepat diberikan, kita bisa langsung menggunakannya untuk keperluan usai bencana," harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ketapang, Suprapto yang datang langsung,  untuk menyerahkan bantuan kepada korban bencana puting beliung menjelaskan, penyaluran bantuan harus sesuai dengan prosedur, seperti adanya pernyataan terkait bencana, yang harus melalui Surat Keputusan (SK) Bupati. Melalui SK tersebut, tambah Suprapto, bantuan baru bisa disalurkan pemerintah kepada masyarakat yang menjadi korban bencana. "Jadi sudah ada aturan bupati mengenai persoalan ini," terangnya.

Terkait lambannya penyaluran bantuan kepada korban bencana, Suprapto menjelaskan, bahwa segala proses baik berupa pendataan, administrasi hingga keluarnya SK bupati, harus melalui prosedur yang telah ditetapkan.
Dirinya juga mengapresiasi instansi terkait, yang bergerak cepat menginventarisir serta mendata para korban bencana angin puting beliung.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar tetap waspada akan datangnya bencana angin puting beliung yang sulit diprediksi.
Dirinya juga meminta kepada pihak Pemerintah Desa, agar dapat siaga dalam mempersiapkan tempat penampungan bagi korban bencana.

"Kita harus ada antisipasi sejak dini, bila sewaktu-waktu bencana datang," tuturnya.

Bantuan Sesuai Perbup

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang, Triyoga menerangkan, penyaluran bantuan terhadap korban bencana angin puting beliung di Desa Sukabangun Dalam, sudah sesuai dengan Peraturan Bupati (Perbup) terkait Pemberian Bantuan.


Menurutnya, pada tahun 2014 lalu juga pernah terjadi angin kencang di Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, namun kala itu belum ada Perbup yang mengatur soal bantuan, sehingga pihaknya hanya dapat memberikan bantuan berupa bahan bangunan dan sejenisnya.

"Kalau sekarang sudah jelas diatur dalam Perbup. Jadi ada bantuan berupa uang untuk kriteria rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan," terangnya. (teo/bob)