Empat Desa di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, Kalbar Terkena Getaran Gempa di Kalteng

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 1451

Empat Desa di Kecamatan Kendawangan, Ketapang, Kalbar Terkena Getaran  Gempa di Kalteng
ILUSTRASI GEMPA (liputan6.com)
KETAPANG, SP - Gempa berkekuatan 5,1 Skala Ritcher yang berpusat di 128 km barat daya Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, Jum'at (24/6) sekitar pukul 07.41 WIB. Gempa di kedalaman 10 km tersebut, juga dirasakan getarannya hingga ke Kecamatan Kendawangan bahkan di Kota Ketapang.

Gempat tersebut membuat masyarakat di Kecamatan Kendawangan, khususnya yang merasa langsung getaran dari gempa, sempat panik dan resah bakal terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Selain itu, dampak guncangan gempa bumi itu juga menyebabkan kerusakan ringan pada rumah. Berdasarkan laporan, banyak warga yang sempat panik dan berlarian keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Samsul misalnya. Warga Kampung Sukun Desa Kendawangan Kiri, Kecamatan Kendawangan mengaku merasakan guncangan yang kuat, dan membuatnya spontar keluar dari dalam rumah karena panik.

"Saya takut rumah saya roboh karena rumah sampai bergoyang. Jadi, kita ajak semua yang ada di rumah segera keluar rumah," ungkapnya, Jum'at (24/6).

Saking kuatnya geteran gempa tersebut, ia mengira kalau rumahnya ditabrak truk besar, sehingga membuatnya panik.

"Semua tetangga saya juga berlarian keluar dari rumah, karena takut roboh," akunya.

Warga lainnya, Razali warga Desa Mekar Utama juga merasakan guncangan kuat pada gempa pertama, sehingga membuat isi warungnya berjatuhan dan berantakan. Sedangkan guncangan gempa kedua lebih kecil. Ia pun mengaku takut, lantaran baru pertama kali merasakan gempa.

"Namun kita bersyukur tidak terjadi tsunami, dan hal-hal yang tidak diinginkan. Semoga ini gempa yang pertama dan terakhir, dan ada hikmah dibalik kejadian yang terjadi di bulan Ramadan ini," harapnya.

Pekerja Berhamburan

Idrus Alam (27), satu diantara pekerja PT WHW di Desa Sungai Tengar, Kecamatan Kendawangan mengatakan, geteran gempa tersebut juga dirasakan olehnya. Bahkan, akibat getaran tersebut, dirinya dan puluhan pekerja lainnya yang sedang berada di dalam sebuah ruangan, terpaksa berlarian keluar ruangan.

"Tadi pagi kita sedang pembagian lokasi kerja di dalam sebuah ruangan, saat itulah terjadi goyangan yang cukup kuatlah, sampai atap bangunan ikut berbunyi. Durasinya hanya sebentar, sekitar 5 sampai 10 detik saja," ujarnya.

Ketika dirinya dan karyawan lainnya keluar, ternyata para pekerja di pelabuhan serta yang di bangunan lainnya, juga sudah berlarian dari lokasi kerja. Mereka berteriak kalau ada gempa yang terjadi. Hal tersebut membuat suasana sempat panik.

"Pas keluar ruangan, kita lihat pekerja di pelabuhan sudah berlarian semuanya. Kita ikut lari karena panik dan takut," ujarnya.

Tidak ada bangunan yang rusak di wilayah tempat kerjanya. Namun, informasi yang didapatnya dari temannya di desa lainnya, seperti di Desa Tanjung, Desa Banjar Sari serta beberapa desa lainnya, getaran gempa terasa kuat dan durasinya cukup lama, sekitar satu menitan.

Orang di pelabuhan yang rumahnya di Desa Banjarsari, Tanjung disuruh pulang. Sampai di rumah mereka meneleponnya, memberitahukan kalau kondisi di tempat mereka lumayan parah akibat terkena guncangan gempa.
“Katanya ada kaca-kaca rumah pecah, rumah anjlok serta barang elektronik warga yang jatuh akibat getaran," tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, diakuinya dirinya dan warga lainnya tentunya panik dan merasa takut akan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, terlebih di lokasi kerja serta tempat tinggalnya berada di daerah laut.

"Kita kaget karena di wilayah kita tidak ada alur untuk gempa, paling kalau ada seperti puting beliung atau angin ribut. Tapi ini terjadi getaran akibat gempa, kita pun tentunya panik dan takut tsunami juga karena wilayah kita di dekat laut," katanya.

Riduan, satu di antara warga Kelurahan Sukaharja, juga merasakan getaran saat dirinya sedang bekerja. Namun diakuinya, dirinya sama sekali tidak menyangka kalau getaran tersebut berasal dari gempa yang terjadi di wilayah Kabupaten Sukamara, Kalteng.

"Saat sedang bekerja, kaca ruangan saya bergetar, kemudian kantor terasa seperti bergoyang. Saya kira ada mobil truk bawa barang, namun saat lihat keluar tidak ada mobil, kejadiannya sekitar pukul 07.45 WIB," ungkapnya.

Usai melihat keluar, dirinya kembali masuk ke dalam ruangan, namun sekitar 5 menit berselang, diakuinya istrinya yang sedang berada di rumah menelepon dan mengatakan, kalau merasakan rumah seperti bergoyang.

"Tidak lama ada masuk sms dari BMKG kalau ada gempa, dari situlah baru saya ketahui, ternyata getaran dan kantor terasa goyang karena gempa," jelasnya.

Tak Picu Tsunami


Kepala Badan Meteorologi Stasiun Rahadi Oesman Ketapang, Nur Alim menjelaskan, gempa berkekuatan 5,1 Skala Ritcher yang terjadi dititik koordinat 148 km dari Kabupaten Sukamara, dan 144 km dari Kota Ketapang ke arah Barat Daya, tidak berpotensi pada gelombang tinggi atau tsunami, hanya saja getaran gempa tersebut memang dirasakan hingga ke Kota Ketapang.

"Yang paling kuat merasakan untuk di Ketapang di Kecamatan Kendawangan dengan skala kekuatan getarannya 5 sampai 6 NNI, maksudnya getaran di Kecamatan Kendawangan kuat, dan semua orang ikut merasakannya," ujarnya.

Akibat geteran gempa tersebut, pihaknya sudah mendapat laporan kalau terdapat kerusakan berupa keretakan dinding pada rumah warga di wilayah Kecamatan Kendawangan, namun untuk informasi mengenai korban jiwa dipastikan olehnya kalau hal tersebut tidak ada.

Pasca terjadinya gempa tersebut, Nur Alim meminta masyarakat khususnya di Kecamatan Kendawangan, tidak panik dan percaya kepada informasi mengenai adanya gempa susulan yang akan terjadi pada pukul 16.00 WIB, lantaran informasi tersebut hanya informasi yang tidak benar.

"Untuk informasi akan adanya gempa susulan pada pukul 16.00 WIB itu tidak benar, itu hanya informasi palsu yang disebarkan oknum yang tidak bertanggungjawab," tegasnya.

Untuk itu, ia meminta masyrakat untuk tidak panik mengenai isu tersebut, lantaran sampai saat ini gempa susulan belum dapat dipastikan oleh pihak BMKG, dan belum ada teknologi yang dapat memprediksi kapan gempa terjadi.

"Namun, jika kita melihat dari kebiasaan yang terjadi, kalau pun ada gempa susulan biasanya kekuatannya jauh lebih kecil dari gempa utama," terangnya.  


Polisi Patroli

Sementara itu, Kapolsek Kendawangan, AKP Rosidi mengatakan, pihaknya langsung melakukan patroli pasca terjadinya guncangan kuat akibat gempa di wilayah Kendawangan. Menurutnya, ada empat desa yang terkena dampak gempa tersebut. Di antaranya, Desa Kendawangan Kanan, Kendawangan Kiri, Banjar Sari, dan Mekar Utama.

"Keempat desa tersebut merupakan desa yang terkena gempa yang terjadi dua kali pada pagi hari ini," ungkapnya.

Menurutnya, guncangan terjadi dua kali akibat gempa yang pertama, guncangan kuat sedangkan kuncangan kedua tidak terlalu kuat.

 Akibatnya, bangunan rumah masyarakat mengalami retak serta ada perabotan rumah, seperti piring dan sebagainya serta barang elektronik yang pecah, akibat terjatuh dari tempat penyimpanan karena gempa.

"Untuk kerugian materilnya berapa, belum kita ketahui pasti. Namun, untuk korban jiwa kita pastikan tidak ada," ungkapnya.(teo/loh/lis)