Masyarakat Khawatir Vaksin Palsu Beredar di Ketapang

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 837

Masyarakat Khawatir  Vaksin Palsu Beredar di Ketapang
Seorang pedagang obat dan alat kesehatan menunggu calon pembeli di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (27/6). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

KETAPANG, SP - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ketapang akan segera menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap peredaran vaksin palsu di wilayahnya.
  Upaya ini sesuai dengan instruksi Dinkes Provinsi Kalimantan Barat, pasca terungkapnya pembuatan vaksin palsu oleh Bareskrim Polri, berapa waktu lalu.

"Kita sudah dapat surat tugas dari provinsi, yang meminta kita untuk melakukan pengecekan. Makanya, hari ini (Senin-red) kami menggelar rapat dengan pihak terkait,” terang Kepala Dinkes, Heri Yulistio melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Ketapang, Rustami, Senin (27/6).

Usai melaksanakan rapat bersama, pihaknya berencana akan segera melakukan sidak ke lapangan, guna memastikan keaslian vaksin yang beredar di wilayah Ketapang. 
Menurutnya, vaksin tak hanya beredar di sejumlah puskesmas, melainkan juga didistribusikan ke beberapa rumah sakit swasta.

"Untuk memastikannya, kita akan sidak ke lapangan. Kita lihat asal vaksinnya terlebih dahulu, apakah dibeli dari Bio Farma atau bukan,” katanya.

Lebih lanjut, Heri menjamin, vaksin yang didistribusikan pihaknya ke sejumlah puskesmas dan rumah sakit dipastikan asli. Pasalnya, dibeli melalui e-katalog resmi dan Bio Farma. 

"Yang jelas,  kalau vaksin palsu tidak diproduksi dari Bio Farma. Untuk memastikan keasliannya, kita akan sidak ke lapangan. Kita khawatir ada vaksin dari luar beredar di Ketapang,” katanya.

Ia pun mengaku, sampai saat ini belum ada laporan beredarnya vaksin palsu di wilayah Ketapang. Jika dalam pelaksanaan sidak ditemukan adanya vaksin yang disinyalir palsu, maka pihaknya tidak akan segan-segan mengamankan obat tersebut, sebelum dikirim ke Dinkes Kalbar.

"Vaksin palsu efeknya tentu berbahaya bagi tubuh, terlebih bagi kesehatan anak-anak atau bayi, bahkan dapat menyebabkan kematian,” jelasnya.


Sementara itu, Nur (34) warga Kelurahan Mulia Baru mengaku resah atas beredarnya pemberitaan vaksin palsu. Meskipun, pengungkapan vaksin palsu jauh dari wilayah Ketapang, bukan tidak mungkin seiring berjalannya waktu akan masuk ke Bumi Bertuah Raye.
"Kita berharap tidak ada vaksin palsu beredar di wilayah Ketapang. Jangan sampai hal tersebut terjadi," harapnya.

Terlebih, dirinya sendiri belum lama ini usai menjalani proses persalinan, sehingga anaknya yang dilahirnya perlu memperoleh vaksin. 
"Harus segera dilakukan pengecekan. Jangan sampai kita kecolongan dengan beredarnya vaksin palsu," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap ke pihak pemda melalui Dinkes Ketapang agar dapat segera memberikan kepastian terkait beredarnya vaksin palsu.  “Masyarakat tentunya khawatir, bila peredaran vaksin palsu tidak ditanggulangi oleh pemerintah secepat mungkin,” harapnya.
 

Dipastikan Aman

KEPALA Seksi (Kasi) Pengamatan Penyakit dan Imunisasi, Dinkes  Ketapang Ardi memastikan, seluruh vaksin yang didistribusikan pihaknya adalah asli.

"Vaksin, kita pesan melalui e-katalog Kemenkes. Jadi, dipastikan semuanya aman dan asli," tegasnya.

Ia mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak ragu memberikan vaksin kepada anak-anaknya.  Pasalnya, vaksin yang disediakan oleh pemerintah asli, bermutu,  dan gratis.


"Orangtua jangan berpikir, ketika divaksin oleh petugas, anaknya langsung demam. Selain itu, kita imbau untuk tidak melakukan vaksin ke tempat di luar tanggung jawab kita,” tuturnya. (teo/bob/sut)