Kondisi Dermaga Pelabuhan Sukabangun Ketapang Rusak Parah

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 1259

Kondisi Dermaga Pelabuhan Sukabangun Ketapang Rusak Parah
Ketua Koperasi Tenaga Buruh Bongkar Muat (TKBM) Serba Usaha Pelabuhan Ketapang, Koni Taha meninjau jembatan dermaga Pelabuhan Sukabangun Ketapang yang dalam kondisi memprihatinkan, Kamis (30/6). SUARA PEMRED/ THEO BERNADHI
KETAPANG, SP – Sejumlah pekerja di Pelabuhan Sukabangun Ketapang, mengeluhkan buruknya dermaga. Pasalnya, kondisinya  rawan ambruk dan mengancam keselamatan para buruh.

Jusmin (30) satu di antara supir truk angkutan barang mengatakan  bahwa kondisi dermaga yang kerap digunakan untuk kegiatan bongkat muat,  sudah dalam rusak berat dan terbengkalai.

"Setiap melewati jembatan dermaga kita merasa was-was, takut suatu ketika jembatannya ambruk. Selain mengancam keselamatan pekerja, kita juga harus ganti rugi barang bawaan yang rusak mengalami kerusakan," keluhnya, Kamis (30/6).

Jusmin mengungkapkan, ketika melintasi jembatan dermaga, pondasi bangunan terasa bergoyang, seolah akan ambruk. Bahkan, tidak sedikit barang bawaan pekerja jatuh. Kondisi ini pun sulit dihindari oleh para sopir angkutan. Pasalnya, tak ada akses alternatif lain menuju dermaga.  
"Kita terpaksa harus melewati jalan tersebut, karena tidak ada jalan lain," katanya.

Untuk itu, Jusmin  berharap kepada pihak terkait, agar  segera memperbaiki dermaga yang kian memprihatinkan. "Jangan buat nyawa para pekerja selalu jadi taruhan. Terlebih, jelang lebaran seperti saat ini,  aktivitas bongkat muat semakin banyak,” harapnya.
  "Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki atau diperhatikan," ketusnya.

Hal senada diungkapkan   Ketua Koperasi Tenaga Buruh Bongkar Muat (TKBM) Serba Usaha Pelabuhan Ketapang, Koni Taha bahwa kondisi pelabuhan memang kian memprihatinkan. Jembatan dermaga sudah  tidak layak dilintasi. Meskipun demikian, jalan tersebut tetap digunakan oleh para pekerja, karena tak ada jalan alternatif lain yang dapat dilalui.

"Sudah beberapa tahun belakang kondisinya memprihatinkan, namun sampai saat ini belum ada kejelasan kapan jembatan ini diperbaiki," ungkapnya.

Padahal, dirinya sudah pernah mempertanyakan persoalan ini kepada pihak PT Pelabuhan Indonesia II Cabang Pontianak Kawasan Ketapang, yang merupakan penanggung jawab Pelabuhan Sukabangun. Ihwal masa perbaikan, hingga kini, pihaknya sama sekali belum pernah mendapat  kepastian.

Dalam pantauannya, setidaknya ada tiga dermaga pelabuhan yang mengalami rusak parah. "Bahkan, dermaga dua sudah tidak bisa digunakan lagi. Jadi terpaksa menggunakan dermaga tiga yang kondisinya sudah tidak layak digunakan," terangnya.

Koni mengaku, tak dapat berbuat banyak atas kondisi ini. Ia mengatakan, para pekerja harus rela mempertaruhkan nyawanya, ketimbang sama sekali tidak memperoleh penghasilkan.
"Tidak ada dermaga lain. Mau tidak mau kita lintasi dermaga yang rusak, dari pada para pekerja menganggur. Di sini ada 180 orang pekerja di bawah naungan koperasi," ungkapnya.

Selain itu, ia pun berharap kepada pemda,  dapat mendesak pihak PT Pelindo untuk segera memperbaiki kondisi dermaga Pelabuhan Sukabangun. "Ini semata demi keselamatan masyarakat, khususnya para pekerja pelabuhan," pungkasnya. (teo/bob)


Sulit Dapatkan Material

Kepala Manajer PT Pelindo II Cabang Pontianak Kawasan Ketapang, Zis Kandar enggan memberikan komentar lebih panjang mengenai persoalan tersebut. Namun, dirinya mengaku sempat mendapatkan keluhan dari masyarakat dan pekerja, terkait kondisi dermaga pelabuhan.

Ia pun membantah,  pihaknya telah mengabaikan kondisi dermaga pelabuhan yang kian memprihatinkan. Zis mengaku, kerap melakukan perbaikan dan perawatan terhadap sejumlah fasilitas pelabuhan, sebagai contoh renovasi dermaga dua.

Material bangunan yang menggunakan kayu, dikatakannya menjadi salah satu penyebab mudahnya dermaga dihantui kerusakan.

Selain itu, sulitnya memperoleh bahan material kayu,  juga menjadi faktor lambannya upaya perbaikan. "Mau cari kayu di mana. Zaman sekarang sulit mencari kayu yang berkualitas untuk pondasi dermaga," katanya. (teo/bob/sut)