PT PLN Area Ketapang Dinilai Ingkar Janji

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 993

PT PLN Area Ketapang Dinilai Ingkar Janji
Presiden Jokowi saat Groundbreaking MPP 100MW dan Peresmian PLTU Ketapang 20MW di Kalbar (2/6). (asiabusinessinfo.com)
KETAPANG, SP – Warga Kelurahan Sukaharja, Isra (33) menyayangkan sikap PT PLN Area Ketapang yang dinilai telah ingkar janji dan melakukan pembohongan publik kepada masyarakat, terkait pemadaman listrik.

Sebelumnya, pihak PLN  berjanji tidak akan melakukan pemadaman listrik, ketika Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2x10 MW selesai dibangun.

"Janjinya tidak ada lagi pemadaman, jika PLTU sudah selesai dibangun. Nyatanya sejak bulan puasa sampai lebaran listrik masih selalu padam," ungkap Isra, Senin (11/7).

Meskipun pemadaman listrik tidak terjadi setiap harinya, namun kondisi biarpet pada saat bulan puasa dan hari raya Idul Fitri tentunya sangat menganggu aktivitas masyarakat.


"Semalam (minggu-red) listrik padam bergilir. Awalnya terjadi pada pukul 17.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB. Kemudian di jalur lainnya, dari pukul 19.30 - 22.00 WIB listrik baru menyala. Bahkan pagi tadi (senin-red) listrik juga padam lagi. Kalau seperti ini sama saja PLN ingkar janji," ketusnya.

Padahal, dirinya dan masyarakat Ketapang lainnya, sudah terlanjur percaya dengan janji PLN yang tidak akan melakukan pemadaman listrik secara bergilir.

Ketika PLTU diresmikan oleh Presiden Jokowi, sejumlah warga mengaku senang, lantaran krisis listrik yang terjadi puluhan tahun di wilayah Ketapang sudah dapat teratasi.

"Peresmian PLTU Sukabangun seolah dipaksakan. Jika sudah diresmikan, otomatis semua sudah siap, termasuk suplay daya. Jadi tidak ada lagi alasan pemadaman kurang daya,” kata Isra.

“Dulu, ketika warga menggelar aksi demo, pihak PLN mengatakan pemadaman dapat teratasi jika PLTU selesai. Sekarang PLTU sudah diresmikan, tapi pemadaman masih saja terjadi, ini sama juga menipu masyarakat," lanjutnya.

Kecaman dan kekecewaan masyarakat Ketapang terhadap kinerja PLN juga terlihat di berbagai media sosial, baik dari akun facebook maupun blackberry messenger warga Ketapang yang mengeluh terjadinya pemadaman listrik pada saat suasana lebaran.

Gangguan  Jaringan


Manager PLN Area Ketapang, Sumarsono melalui pesan singkatnya menjelaskan, bahwa pasca pengoperasian dan uji coba dua unit mesin PLTU Sukabangun, kondisi biarpet pada waktu beban puncak, yakni dari pukul 1700 – 22-00 WIB nihil terjadi pemadaman.

“Pemadaman yang terjadi saat ini diakibatkan adanya gangguan dari jaringan,” terangnya.

Selain persoalan ganguan jaringan, pemadaman yang terjadi pada saat bulan Ramadan dan Idul Fitri, disebabkan terhentinya suplai daya dari PLTU PT Alas. Ini dikarenakan sejumlah mesin memasuki proses pemeliharaan rutin selama 20 hari ke depan. Tidak hanya itu, pemadaman yang terjadi juga diakibatkan adanya gangguan di unit PLTU Ketapang yang sampai saat ini sedang diperbaiki.

"Persoalan tersebut, membuat pemadaman bergilir kerap terjadi. Kondisi ini akan kembali normal, hingga suplai daya dari PLTU berjalan dengan baik," katanya.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan berusaha semaksimal mungkin mengembalikan Ketapang terang tanpa ada pemadaman," tuturnya. (teo/bob/sut)