Langganan SP 2

Polres Ketapang Bekuk Dua Spesialis Bobol Rumah

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 528

Polres Ketapang Bekuk Dua Spesialis Bobol Rumah
Dua pelaku spesialis pencurian di rumah kosong diperiksa oleh penyidik Reskrim Polres Ketapang, Jumat (29/7). SUARA PEMRED/THEO BERNADHI
KETAPANG, SP - Jajaran Satreskrim Polres Ketapang berhasil meringkus Julianto (27) dan Oki (21), pelaku spesialis pembobol rumah kosong di dua lokasi yang berbeda.

Julianto ditangkap di kawasan Indotani,  Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS),  Selasa (26/7) , dan Oki di Kelurahan Mulia Baru, Rabu (27/7) dini hari.

Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Putra Pratama menjelaskan, penangkapan tersebut berawal dari informasi adanya transaksi jual beli kendaraan bermotor, yang dicurigai merupakan hasil tindak pidana pencurian.

"Dari situ, kemudian dilakukan pengembangan, dan akhirnya kita berhasil mengamankan Julianto yang saat itu berada di kawasan Indotani, " ungkap Putra, Jumat (29/7).

Usai meringkus Julianto, pihaknya melakukan pengembangan sehingga mencuatlah tersangka lainnya, yakni Oki (21) yang ternyata adik tiri Julianto. Keduanya diketahui melakukan aksi pembobolan rumah kosong di lokasi yang sama.

"Dari pengembangan pelaku pertama, kita berhasil menangkap Oki (21) di Kelurahan Mulia Baru," terangnya.

Putra menjelaskan, kedua pelaku diburu atas laporan masyarakat terkait tindak pencurian di salah satu rumah di Graha Semarang, Kelurahan Sukaharja, Ketapang.

"Kejadiannya saat bulan puasa. Kedua pelaku tidak melakukan aksinya secara bersama, melainkan mencuri di lokasi yang sama. Aksi pertama dilakukan oleh Oki pada siang hari, kemudian Julianto pada malam harinya," terangnya.
 


Dari aksinya tersebut, pelaku Oki berhasil mencuri satu unit televisi, play station serta sebuah amplifier. Sedangkan Julianto mengambil sepeda motor merek Vario warna putih bernomor polisi KB 2519.
"Saat kejadian,  rumah itu memang dalam keadaan kosong, karena sedang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Kedua pelaku masuk dari jendela belakang rumah korban," terangnya.
Akibat perbuatan tersebut,  keduanya  dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukum maksimal tujuh tahun penjara. Saat ini, lanjut Putra, pihaknya  masih memburu seorang pelaku lainnya yang ikut terlibat dalam aksi tersebut.  

Oki  sendiri mengaku beraksi pada bulan puasa setelah  mendapatkan informasi dari Indra yang juga sahabatnya.  Oki sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
 

"Indra memberi informasi bahwa rumah tetangganya dalam keadaan kosong. Jadi,  saya ajak dia masuk melalui jendela belakang rumah korban yang tidak terkunci. Barang-barang hasil curian lalu disimpan di rumah Indra," katanya.


Setelah berhasil diamankan, sejumlah barang perlahan dijual oleh Indra, antara lain satu unit televisi dengan harga Rp 900 ribu. Sedangkan play station diberikan kepada orangtua sang pacar untuk dijual, sedangkan amplifier  dipinjamkan kepada  kerabatnya.

Oki berdalih mencuri karena ingin membantu biaya operasi kekasihnya  yang sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Ketapang.


"Hasil penjualan televisi, Indra memberi saya Rp 400 ribu. Uangnya untuk menambah biaya operasi pacar saya,” ungkap Oki.

“Orangtua pacar saya tidak tahu, kalau play station yang saya suruh jual itu hasil curian. Saya bilang,  itu punya teman minta tolong dijualkan," lanjutnya.

Selain itu, Oki mengaku juga pernah melakukan aksi serupa di rumah warga lainnya, sebelum bulan puasa lalu.
"Waktu itu saya hanya mengambil laptop saja. Uang hasil pencurian, saya gunakan untuk membantu biaya operasi pacar," katanya menyesal.


Julianto (27), pelaku pencurian di rumah kosong lainnya mengaku beraksi  seorang diri usai mendapatkan informasi dari Indra.

"Pada malam hari, saya beraksi seorang diri. Ketika masuk ke dalam rumah, kondisinya sudah berantakan. Kemudian,  saya ambil satu unit sepeda motor Vario, lalu saya jual dengan harga Rp 3,8 juta. Uang tersebut saya gunakan untuk menembus motor ibu yang disita serta untuk biaya hidup,” katanya.

Julianto  mengaku menyesal. Pasalnya,  aksi tersebut membuatnya kembali masuk ke dalam penjara setelah pada 2010 sempat mendekam selama enam bulan, akibat mencuri sebuah handphone milik warga. “Saya sangat menyesal,” tuturnya. (teo/bob/sut)