Di Ketapang Harga Gula Tembus Rp 20 Ribu per Kg

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 780

Di Ketapang Harga Gula Tembus Rp 20 Ribu per Kg
Seorang buruh tani membawa batang tebu yang telah dipanen di lahan pertanian Klego, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (15/7). Pemerintah tengah menyiapkan skema bisnis untuk lahan pertanian tebu bagi pelaku industri swasta, guna mendorong meningkatkan industri
SUKADANA, SP –  Pasca perayaan hari raya Idul Fitri, sejumlah kebutuhan pokok di wilayah pesisir selatan Kalimantan Barat (Kalbar), mengalami lonjakan harga.

Kenaikan ini cukup signifikan dan membuat konsumen resah.
  Lonjakan di antaranya terjadi pada harga gula pasir yang kini tembus ke angka Rp 20 ribu per kilo. Naik 10 persen dari level sebelumnya, yakni Rp 19 ribu per kilo.  

Selain gula pasir, kebutuhan pokok lain yang mengalami peningkatan secara drastis adalah jenis sayuran hijau. Ini seiring menipisnya pasokan, karena dampak curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir.  

Kasi Sarana dan Usaha Perdagangan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Kayong Utara (KKU), Aan Ekananda menerangkan, lonjakan harga sembako terjadi usai perayaan lebaran.

 Untuk menangani persoalan ini, pihaknya rutin melakukan operasi pasar bersama instansi lainnya.  

“Operasi pasar kita lakukan di sejumlah kecamatan yang memang memiliki perputaran ekonomi tinggi,” terangnya, Senin (1/8).  

Menurut Aan, kenaikan harga gula pasir di sejumlah pasar, diakibatkan minimnya persediaan, terlebih permintaan di kalangan konsumen begitu tinggi.  

Padahal menurut informasi yang diperolehnya, aktifitas bongkar muat gula pasir di Pelabuhan Melano dan Ketapang cukup lancar.

Atas persoalan ini, pihaknya juga berencana meninjau sejumlah gudang sembako, guna memastikan tidak adanya upaya penimbunan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Sidak akan melibatkan unsur terkait, seperti kepolisian.   “Kondisi ini memang sering kali terjadi di jelang dan pasca perayaan lebaran. Tak sedikit masyarakat menyampaikan keluhan ini secara langsung, ketika kami melaksanakan sidak di sejumlah pasar,” katanya.  

Untuk meminimalisir keresahan warga tersebut, pemerintah melalui Disperindagkop akan menggelar kembali pasar murah di enam kecamatan yang ada di KKU.   “Kita membuka pasar murah di enam kecamatan, dengan menyiapkan 3600 paket bersubsidi Rp 24 ribu per paket,” kata Aan.  

Salah seorang penjual minuman di Sukadana, Andi mengharapkan, kenaikan harga sembako tidak berlangsung lama. Pasalnya, ia merasa bingung untuk menentukan harga minuman yang dijualnya.  

“Sebagai pedagang minuman, saya berharap harga gula kembali normal. Jangan sampai, kondisi ini mempengaruhi pendapatan pedagang kecil,” tuturnya.  

Kondisi yang sama juga dialami oleh Diana (45), warga Kelurahan Tengah, Ketapang. Ia mengeluhkan melonjaknya harga gula pasir di sejumlah pasar. Jika sebelum lebaran harga gula berada di angka Rp 16 ribu. Kini naik mencapai Rp 20 ribu perkilo.

"Harganya naik terus, mulai dari Rp 16 ribu hingga Rp 20 ribu perkilonya," ungkapnya.

Menurutnya, bukan tidak mungkin lonjakan akan terus berlangsung. Kondisi ini, tambahnya membuat masyarakat kian kebingungan untuk membeli gula pasir. Terlebih, butiran pemanis ini merupakan kebutuhan pokok yang kerap dikonsumsi.
  "Keadaan seperti ini tentunya memberatkan masyarakat kecil. Kita hanya bisa pasrah sama keadaan," keluhnya.

Ia menilai kenaikan harga gula diakibatkan, adanya peningkatan kebutuhan ketika musim lebaran beberapa waktu lalu. Namun, tidak menutup kemungkinan juga disebabkan oleh faktor lainnya.

Butuh Solusi

Anam (40), satu di antara pedagang sembako di Kota Ketapang menjelaskan, kenaikan harga gula disebabkan banyaknya permintaan. Sedangkan, ketersediaan stok kian menipis.

"Gula saat ini banyak permintaan, tetapi stok yang ada tidak seimbang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sehingga berdampak pada kenaikan harga," terangnya.

Untuk itu, ia berharap kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang melalui Disperindagkop,  untuk melakukan berbagai upaya, agar harga kebutuhan pokok khususnya gula dapat mengalami penurunan atau kembali ke harga normal.

"Kita berharap ada solusi dari pemerintah, agar masyarakat tidak terbebani dengan harga gula yang terus mengalami kenaikan," harapnya. (teo/bob/sut)