Dua Desa di Kecamatan Muara Pawan Diserbu Belalang

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 822

Dua Desa di Kecamatan Muara Pawan Diserbu  Belalang
Salah seorang petani di Desa Sukamaju tengah memeriksa lahan pertaniannya yang diserang hama belalang kembara, Selasa (2/8). SUARA PEMRED/THEO BERNADHI
KETAPANG, SP – Sedikitnya puluhan hektare lahan pertanian masyarakat di dua desa di Kecamatan Muara Pawan, Ketapang diserang belalang kembara. Serbuan hama tersebut merusak serta memakan sisa hasil panen warga.

Dari pantauan dilapangan, serbuan belalang tak henti-hentinya beterbangan di lahan pertanian warga.
 

Adi Suryadi (43), satu di antara anggota Kelompok Tani Pematang Menggiris di Desa Sukamaju mengatakan, serangan hama bernama latin Locusta Migratoria ini, sudah terjadi hampir satu bulan.

"Awalnya sedikit, tapi lama kelamaan makin banyak dan semakin banyak. Beruntung, sebagian besar padi sudah di panen. Kini belalang justru menyerang tanaman lainnya, seperti sayur dan rumput," ungkapnya, Selasa (2/8).

Meskipun tidak terlalu banyak memakan lahan sisa pertanian warga, namun populasi kawanan belalang dikhawatirkan terus menyerang hingga musim tanam berikutnya.

"Akhir tahun kita sudah mulai menanam lagi. Kalau tidak segera ditanggulangi, dikhawatirkan akan terjadi gagal panen. Makanya, kita berharap kepada pemerintah agar dapat membantu mengatasi persoalan ini," harapnya.

Sementara itu, petani lainnya, Yudo Sudarto (49) yang juga merupakan mantan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menerangkan, belalang kembara merupakan hama yang perkembangbiakannya sangat pesat selama musim kemarau.
Namun, tidak menutup kemungkinan beranak-pinak pada musim hujan.

"Kita khawatirkan populasinya semakin membesar, karena musim panas diprediksi masih terjadi sampai beberapa bulan ke depan," katanya.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin populasi belalang kembara akan semakin  banyak. Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah melalui Dinas Pertanian Ketapang, agar lekas mengecek kondisi di lapangan dan mengambil langkah untuk menanggulangi serta memberantas hama belalang yang meresahkan masyarakat.

"Jangan sampai petani mengalami gagal panen, sehingga berdampak pada hasil produksi pertanian," katanya.

Terlebih belalang kembara kerap berkelompok dan berpindah-pindah. Hama ini menjadi salah satu momok menakutkan bagi seluruh petani.

"Serangan hama ini kerap terjadi di setiap tahun. Kita harap ada solusi dari pemerintah, terkait penanggulangan dan pemberantasannya,” tuturnya.


Alami Sedikit Kendala


Plt Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Ketapang, Devie membenarkan terjadinya serangan hama belalang di Desa Sukamajau, Desa Mayak Tanjungpura serta Desa Sei Awan Kanan.

"Kita sudah turun kelapangan dan melakukan penanggulangan. Upaya ini akan terus kita lakukan, guna menangani persoalan hama yang menyerang lahan pertanian warga," ujarnya.

Dalam menanggulangi persoalan ini, Devie mengaku sedikit mengalami kendala, di antaranya minimnya ketersedian peralatan dan masuknya musim kawin belalang.


“Tapi ini bukan suatu alasan untuk berhenti menanggulangi hama. Kita tetap berkomitmen memberantas belalang, agar tidak meresahkan dan merugikan masyarakat,” tegasnya.

Proses penanggulangan hama, diakuinya perlu dilakukan secara bertahap, tidak serta merta dapat dibasmi secara tuntas. "Terlebih dahulu kita lakukan pengendalian dan penyemprotan racun pada malam hari," jelas Devie.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan racun belalang untuk masyarakat, agar dapat turun bersama-sama mengendalikan hama belalang. Dirinya berharap kepada warga, agar dapat cepat tanggap melaporkan serangan hama di lahan miliknya.

"Masyarakat, kita minta proaktif melaporkan temuan serangan hama ke dinas pertanian,” imbaunya.

Para petani juga diminta tidak menganggap remeh serangan belalang kembara. Pasalnya, hama ini dapat berkembang biak dengan cepat, terlebih tahun 1990 sempat terjadi serangan hama belalang dengan kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

"Untuk petani yang mengalami kerugian, akibat serangan hama belalang, tentu kita bantu sesuai prosedur yang ada seperti bantuan bibit," tuturnya. (teo/bob/sut)