Ulasan Pertandingan Iwan ‘Sniper’ Zoda dengan Vorapin di Ketapang

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 817

Ulasan Pertandingan Iwan ‘Sniper’ Zoda dengan  Vorapin di Ketapang
Petinju dari Kayong Utara, Iwan Zoda mempertahankan gelar juara IBF Youth dan WBO Regional dari petinju Thailand, Kajonsak Pothang alias Kaichon Sor Vorapin di halaman Parkit City Hall Ketapang, Sabtu (27/8) malam. (theo Bernadhi/suara pemred)
Ketapang, SP - Petinju Indonesia asal Kabupaten Kayong Utara, Iwan ‘Sniper’ Zoda memenangkan pertandingan melawan petinju legendaris Thailand, Kaichon Sor Vorapin pada ronde ketiga di halaman Parkit City Hall Ketapang, Sabtu (27/8) malam.  

Pertarungan tinju internasional yang diselenggarakan oleh Komisi Tinju Indonesia (KTI) Kalbar dan Dirgantara Boxing Camp (DBC) Lanud Supadio ini, tidak dipungut tiket masuk, alias gratis. Ribuan masyarakat memenuhi halaman parkir City Hall Ketapang.    

Sebelumnya, Jum’at (26/8) sore, kedua petinju melakukan cek kesehatan serta timbang berat badan. Dari hasil cek kesehatan dan timbang berat badan, keduanya dinyatakan dalam kondisi sehat. Begitu pun dengan berat badan, layak untuk melaksanakan pertandingan.
 

Pengalaman melawan lima petinju asal Negeri Gajah Putih, menjadi juga modal penting untuk Zoda. Setidaknya, Zoda sangat paham karakter dan pola pertarungan Sor Vorapin.  
Zoda yakin dapat memenangkan pertarungan melawan petinju yang pernah menewaskan petinju Indonesia, saat pertandingan tinju beberapa waktu lalu. Vorapin sempat menggetarkan publik Tinju Indonesia.

Namun, dia tetap memiliki kelemahan, terutama faktor usia yang sudah memasuki 35 tahun.  
  Pada ronde pertama jual beli pukulan antara kedua petinju tak terelakan, terlihat pelipis mata sebelah kiri petinju asal Indonesia, sedikit mengalami luka sedangkan wajah petinju Thailand sedikit tampak membengkak.

Pada ronde kedua meskipun sempat dihentikan sebentar karena darah yang keluar dari pelipis kiri Iwan Zoda, namun semangat pantang menyerah dan dukungan penonton membuat Iwan Zoda terus melancarkan beberapa kali pukulan.

Pada ronde ketiga, jual beli pukulan terus terjadi, beberapa kali penonton bersorak kegirangan karena pukulan Iwan Zoda beberapa kali masuk ke wajah petinju asal Thailand.
Puncaknya saat saling jual beli pukulan,

 Iwan Zoda berhasil mengkanvaskan perlawanan petinju Thailand lewat pukulan keras dan bertubi-tubi dari tangan kanannya, dan mengakhiri perlawan petinju asal Thailand pada Ronde ketiga menit pertama detik 46 secara K.O.

Sementara itu, Pelatih dari Iwan Zoda, Damianus Jordan mengaku senang dengan antusias masyarakat Ketapang yang memadati halaman Parkir Citi Mall Ketapang untuk menyaksikan pertandingan Ketapang Boxing Champion.

"Kegiatan ini merupakan program dari Komisi Tinju Indonesia (KTI-red) Kalbar yang baru terbentuk," ungkapnya.

Kedepan di akuinya KTI sendiri berkomitmen untuk terus mencari bibit petinju di seluruh kabupaten dan kota di Kalbar, sehingga tidak hanya Ketapang yang menjadi sentral tinju di Kalbar khususnya.


“Saya senang dengan penampilan Iwan Zoda  petinju Indonesia asal tanah kayong yang berhasil mengkanvaskan perlawanan petinju asal Thailand Kaichon Sor Vorapin. Saya memang optimis Iwan Zoda menang,” kata Herman Wimpy, mantan Ketua KONI Ketapang.

Menurutnya, Iwan memiliki semangat dan potensi besar didunia tinju, ditambah lagi pertandingan tinju diadakan di Ketapang. Hal itu tentu menjadi tambahan semangat Iwan.


Tugimin, Ketua Pengprov Pertina Kalbar sebelum pertandingan dimulai menilai, pertandingan antara Iwan Zoda terlihat menarik. Pasalnya, kedua petinju tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Iwan juga harus banyak menyerang, karena fisik lawan tidak sebaik fisiknya, itu bisa menjadi kunci kemenangan Iwan. “Kalau tidak berani masuk dan tidak berani menyerang. Kalau soal pukulan lebih keras Iwan Zoda. Hanya saja kalau Iwan tak berani bermain menyerang, itu bisa menjadi masalah baginya,” kata Tugimin.

Berbicara soal teknik, dua petinju ini berimbang dalam hal itu. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Hanya saja untuk pengalaman Iwan sedikit kalah. Namun Iwan juga diuntungkan bermain di kandang sendiri, itu modal besar untuk Iwan meraih kemenangan.  

Meskipun sempat diguyur hujan gerimis, antusias ribuan masyarakat Ketapang tak turun untuk memadati halaman parkit Citi Mall Ketapang guna menyaksikan pertandingan tinju Ketapang Boxing Champion.  
 

Sebelum pertandingan utama dimulai, dilakukan lima partai tambahan. Di laga pertama partai pembukaan petinju asal Sasana Sukadana, Kabupaten Kayong Utara (KKU), M Wahid berhasil menang.

Pertandingan laga kedua, petinju dari Sasana Sukadana KKU, Irvandi juga menang, dan berhak mendapat sabuk emas dari Bupati Ketapang, setelah menang angka melawan petinju dari Jakarta, Jack Medison.
 

Pertandingan pembukaan ketiga, petinju asal Sasana Ketapang, Eger Lamandau melawan petinju asal Jakarta, Santoso yang bertanding di kelas bantam 54 kg, memperebutkan sabuk emas Dandim 1203 Ketapang, berhasil dimenangkan petinju Sasana Ketapang, secara T.K.O pada ronde pertama pada detik ke-45.  

Di pertandingan pembukaan keempat memperebutkan sabuk emas Ketua KONI KKU mempertemukan petinju Sasana Kayong Utara, Natalius Cipong melawan petinje Sasana Jakarta, Yasmet kelas walter 69 kg. Pertandingan selama empat ronde dimenangkan petinju Sasana Kayong Utara, Natalius Cipong secara K.O pada ronde pertama pada menit kedua.

Pada pertandingan pembukaan kelima yang mempertemukan petinju asal sasana Kalbar, Yohanes Jordan melawan petinju asal Sulawesi Selatan, Daeng Armando pada kelas walter 69kg yang memperebutkan sabuk emas Kapolres Ketapang yang dimenangkan oleh petinju asal Ketapang, Yohanes Jordan pada ronde ke-dua secara T.K.O.
(teo/pul/lis/sut)