Selama Sepekan, Ketapang Berpotensi Angin Kencang dan Hujan Lebat

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 765

Selama Sepekan, Ketapang Berpotensi Angin Kencang dan Hujan Lebat
Petir dari balik awan Cumulonimbus. (jakartagreater.com)
KETAPANG, SP - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Rahadi Oesman Ketapang mengimbau kepada masyarakat dan nelayan di Ketapang untuk berhati-hati. Sebab, saat ini terjadi perubahan cuaca disertai awan hitam (Colomunimbus) yang dapat menyebabkan angin kencang serta hujan deras di wilayah Ketapang.

Hal ini disampaikan Prakirawan BMKG Rahadi Oesman Ketapang, Wany Julianti. Ia menjelaskan bahwa untuk satu pekan ke depan wilayah Ketapang seperti di Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Nanga Tayap dan Simpang Hulu berpotensi mengalami hujan lebat disertai guntur dan angin kencang. Sedangkan untuk wilayah lainnya di Ketapang diprediksi mengalami hujan sedang.

"Kondisi ini karena adanya perubahan cuaca dan adanya awan hitam atau awan columunimbus," ungkapnya, Rabu (31/8).

Imbuan untuk berhati-hati tak hanya ditujukan kepada nelayan, tetapi kepada masyarakat yang hendak beraktivitas di hutan atau di ruang terbuka pula.
"Karena bukan tidak mungkin ketika terjadi angin kencang tiang listrik atau pohon tumbang dan dapat membahayakan keselamatan warga yang berada di sekitarnya," jelasnya.

Selain dapat memicu terjadinya angin kencang, awan hitam juga dapat memicu terjadinya gelombang besar di perairan Karimata serta perairan Ketapang yang memang saat ini kisaran gelombang masih rendah.

"Meskipun kisaran gelombang rendah, nelayan tetap harus waspada. Sebab, adanya awan hitam dapat memicu tingginya gelombang. Jadi, potensi angin kencang dan tinggi gelombang diprediksi akan terjadi selama satu pekan," terangnya.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ia berpesan agar nelayan selalu waspada, terutama nelayan dengan perahu kecil.

Sementara Kepala Stasiun BMKG Rahadi Oesman Ketapang, Nur Alim mengaku, kondisi cuaca saat ini yang memiliki awan konvektif di wilayah Kalbar, salah satunya di Ketapang, memang memungkinkan memicu terjadi angin kencang. Hanya saja ia meminta masyarakat untuk tidak resah dengan kondisi ini, tetapi tetap selalu waspada.

"Untuk fenomena angin kencang, kalaupun terjadi hanya sebentar yakni di awal ketika hujan akan turun," katanya.

Selain itu, ia juga mengingatkan para penyedia jasa transportasi laut untuk tidak membawa penumpang dengan kapasitas berlebihan.
“Kemudian sediakan pula perlengkapan untuk penumpang mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (teo/bah/sut)