Nelayan di Ketapang Diminta Waspada Melaut

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 745

Nelayan di Ketapang Diminta Waspada Melaut
ILUSTRASI- Nelayan (bulletinmetropolis.com)
KETAPANG, SP – Para nelayan di Kabupaten Ketapang diminta waspada ketika melaut, khususnya pada malam hari. Hal ini mengingat pengaruh cuaca yang dapat mengakibatkan terjadinya gelombang dengan ketinggian diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.

Hal ini disampaikan Kepala Stasiun Meteorologi Ketapang, Nur Alim, Senin (19/9). Ia meminta nelayan mewaspadai hal itu, terutama nelayan yang masih menggunakan perahu tradisional  berukuran kecil. Terlebih, dalam kurun waktu beberapa hari ke depan cuaca mengalami pancaroba.

Dikatakan, pada pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB memang kondisi gelombang masih dalam keadaan normal. Namun, akibat pancaroba gelombang di laut pada pukul 17.00 hingga tengah malam berpotensi gelombang tinggi yang diprediksi mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.

"Kalau terjadi gelombang 1,5 meter tentu sangat membahayakan keselamatan nelayan, khususnya yang menggunakan kapal berukuran kecil," terangnya.

Selain perubahan cuaca, keberadaan awan cumulonimbus atau awan hitam di wilayah perairan ketika hujan dapat menyebabkan bertambahnya tinggi gelombang.

Sementara Komandan Pos TNI Angkatan Laut Sukabangun Ketapang, Letda Laut Ridwan Rusmanto mengaku memang terjadi peningkatan tinggi gelombang di perairan Ketapang yang kadang meningkat lebih tinggi dari perkiraan yang ada.

"Kadang lebih tinggi dari perkiraan, misalnya perkiraan BMKG gelombang 0,5 hingga 1,5 meter tapi kadang lebih tinggi. Jadi nelayan memang kita minta berhati-hati dengan kondisi saat ini," katanya.

Pihaknya pun sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait lainnya guna melakukan antisipasi dan penyelamatan jika terjadi kecelakaan di laut akibat gelombang tinggi.

"Kooridnasi dengan Basarnas, Pol Air dan pihak terkait lainnya juga sudah dilakukan untuk upaya penyelamatan dini jika terjadi laka laut. Tapi kita berharap itu tak terjadi, makanya kita imbau nelayan waspada ketika melaut, terutama malam hari," mintanya.

Meskipun peralatan yang dimiliki pihaknya masih terbatas, hanya saja pihak terkait lainnya seperti Basarnas, Pol Air dan pihak terkait lainnya juga memiliki peralatan yang dapat menunjang dalam penyelamatan, sehingga penyelamatan laka laut dilaksanakan secara bersama-sama. (teo/bah/sut)