Polres Ketapang Ringkus Dua Pejudi Liong Fu di Warung Kopi

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 979

Polres Ketapang Ringkus Dua Pejudi Liong Fu di Warung Kopi
Barang bukti uang ratusan juta rupiah dan kedua pejudi Liong Fu. (ist)
PONTIANAK, SP – Polres Ketapang  menangkap dua pejudi Liong Fu, yakni As (52) dan Skp (42), serta barang bukti berupa uang taruhan sebesar Rp106,188 juta di warung kopi Jalan RM Sudiono, Kecamatan Delta Pawan.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kamis (20/10/2016), mengungkapkan penangkapan dilakukan pukul 01.00 WIB, Kamis (20/10), di warung kopi milik Asan.
 As warga Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang dan Skp adalah warga Jalan Perdamaian, Kelurahan Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.  Penangkapan berkat laporan warga yang ditindaklanjuti polisi.

Empat anggota polisi dipimpin Inspektur Dua Polisi Ogan Arif, dilakukan penggerebekan.
 Uang sitaan Rp106,188 juta, terdiri dari lembaran seratus ribu ada 984 lembar, lembaran lima puluh ribu 151 lembar, dua puluh ribu, sepuluh ribu dan uang dua masing masing 6 lembar.  

Polisi kemudian menemukan uang lembaran lima ribuan ada dua lembar, dan seribuan ada satu lembar, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA) milik Skp selaku bandar.


 Suhadi mengungkapkan terdapat 2 KTP milik pelaku, 9 lembar kertas bukti transfer, 23 kartu remi, dua buah  mata dadu Liong Fu, sebuah tutup parfum untuk mengocok dadu,  4 kotak untuk menaruh dadu, dan 3 unit handphone berbagai merk.

Suhadi mengatakan, judi harus terus diperangi, karena akibat pada multi player efek atau dampak ikutan yang luar biasa.
  Menurut Suhadi, dampak ikutan, mulai dari kejahatan biasa, masalah minuman keras, bahkan bisa menimbulkan pembunuhan terutama bagi mereka yang kalah, biasanya mereka nekat. 

Selama semester satu Januari sampai Juni 2016, kasus judi yang ditangani Polri ada 207 kasus.  
Pada periode yang sama tahun sebelumnya 2015 hanya ada 137 kasus, berarti mengalami kenaikan yang sangat luar biasa, artinya bahwa tindakan kepolisian mengalami peningkatan.


 Dikatakan Suhadi, pada bulan terakhir Juli dan Agustus 2016, Polda Kalbar menangani judi 55 kasus .


Mengingat permainan judi ini selain melanggar hukum Negara juga melanggar hukum agama.
Suhadi mengharapkan  kepada warga masyarakat jika melihat perjudian,  apakah judi sabung ayam, judi kolok kolok atau jenis perjudian lainnya, silahkan menginformasikan kepada aparat kepolisian terdekat. "Untuk dilakukan penangkapan,” tegas Suhadi. (aju/sut)