Ade Nurbayu: Saya Ingin Hidup Tenang Dipenjara

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 740

Ade Nurbayu: Saya Ingin Hidup Tenang Dipenjara
Ade Nurjanah (13), korban percobaan pembunuhan oleh abang kandungnya mendapatkan perawatan intensif di RS Fatima Ketapang. (SP/Theo)
KETAPANG, SP- Meskipun menyesali perbuatannya, Ade Nurbayu (20) pelaku percobaan pembunuhan terhadap Ade Nurjanah (13), adik kandungnya, berharap  dapat dihukum penjara selama-lamanya. "Kalau hukuman saya ringan. Saya minta agar ditambah. Saya ingin hidup tenang di dalam penjara," kata  Nurbayu, saat ditemui di Mapolres Ketapang.

Ade Nurbayu mengaku dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk menghabisinya nyawa sang adik. Namun, rasa kesal terhadap kedua orangtuanya, membuatnya nekat ingin membunuh saudari kandungnya. Remaja yang hanya mengenyam pendidikan dibangku SMP mengaku, harus menanggung beban hidup yang berat, setelah ditinggal  kedua orangtua. Sejak tamat SMP, dirinya harus bekerja banting tulang guna mencukupi kebutuhan keluarga, yang saat itu masih tinggal bersama di Ketapang. 

Saat merantau ke Ketapang  tahun 1996, Bayu menceritakan, dirinya bersama keluarga kerap hidup berpindah-pindah, dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Diakuinya perekonomian keluarga saat itu dalam kondisi stabil, namun akibat sang ayah suka berjudi dan mabuk-mabukan, perlahan perekonomian keluarga kian memburuk. "Dulu orangtua saya membuka toko, tapi bapak suka mabuk dan bermain judi, akhirnya kami bangkrut. Saya juga tidak melanjutkan sekolah, dan mencari kerja di Kendawangan," katanya.

Ketika kondisi perekonomian keluarga memburuk, ia beserta kedua orangtua akhirnya hidup berpencar. Ibu dan ayahnya beserta adik paling bungsu pulang ke Jawa. Sedangkan, dua orang adiknya, yakni Ade Nurjanah dan Bujang Setiawan dititipkan terpisah kepada orang di wilayah Dusun Sungai Gantang, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan yang dekat dengan tempat dirinya bekerja.

Sikap kedua orangtua tega meninggalkan kedua adiknya, membuat Bayu kesal dan kecewa. Ia menilai, seharusnya kedua saudara kandungnya tersebut tidak perlu dititipkan kepada orang lain. Setelah kejadian ini, ia berharap kepada kedua orangtuanya, agar dapat sadar dan tidak lagi mentelantarkan adik-adiknya. 

Di samping itu, dirinya juga meminta kepada  penegak hukum, dapat memberikan sanksi hukuman yang berat kepadanya. Usai kejadian itu, dirinya sama sekali tidak mengetahui kondisi sang adik, meskipun sempat mendengar bahwa korban saat ini dalam kondisi selamat. "Saya minta maaf sama adik, dia adik kesayangan. Saya tetap akan mendoakannya, agar segera sembuh dan kelak menjadi anak yang sukses," tuturnya.

Dari pantauan di Rumah Sakit Fatima Ketapang, kondisi korban penusukan, saat ini mulai membaik. Ada 10 luka tusukan di tubuhnya. Tujuh luka di bagian perut dan dada serta tiga luka di bagian punggung. Namun, korban masih belum bisa memberikan keterangan karena kondisinya yang masih terbaring lemah. (teo)