Cintanya Diputus, Karlito Angkat Parang

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 802

Cintanya Diputus, Karlito Angkat Parang
DIRAWAT - Raida, korban pembacokan kini masih dirawat di Rumah Sakit Fatima, Ketapang. (SP/Ist)
KETAPANG, SP – Raida, pelayan kafe di Kecamatan Matan Hilir Selatan hingga kini masih terbaring lemah di Rumah Sakit Fatima, Ketapang, akibat menderita sejumlah luka bacokan. Raida mendapatkan luka itu dari perbuatan Karlito Suarez (24).

Tersangka menganiaya korban dengan menggunakan sebilah parang, pada Jumat (25/11) dini hari, di tempat korban bekerja.

Menurut Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Putra Pratama, tersangka menemui korban yang sedang mencuci piring di dapur kafe berada sekitar lokasi Peti, Desa Sei Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

“Saat kejadian korban sedang mencuci piring di belakang kafe. Tiba-tiba pelaku memukul kepala korban dan menyerang korban dengan menggunakan parang,” ujar AKP Putra Pratama, Minggu (27/11).

Korban menderita  tiga luka di kepala, kedua tangan dan leher. Usai menganiaya korban, tersangka Karlito kabur meninggalkan tempat kejadian perkara.

Peristiwa penganiayaan  terhadap Raida dilaporkan ke Polsek Matan Hilir Selatan. Berdasarkan keterangan korban dan para saksi, personel Reskrim Polsek Matan Hilir Selatan memburu tersangka. Dibantu personel Polsek Tumbang Titi, tersangka Karlito berhasil dibekuk, Sabtu (26/11) siang.

"Penangkapan dipimpin langsung Kapolsek MHS (Matan Hilir Selatan) dibantu anggota Polsek Tumbang Titi dan tokoh masyarakat menyita barang bukti berupa sebilah parang yang digunakan tersangka  menganiaya korban," tegas Putra.

Menurut Putra, motif tersangka menganiaya korban, lantaran korban memutuskan hubungan asrama dengan tersangka. "Jadi, modusnya karena sakit hati," tutur Putra.

Akibat tindak penganiayaan itu, tersangka Karlito dikenakan Pasal 351 ayat 2 KHUP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (teo)