Kalah Pemilihan Ketua KONI Ketapang, Hammizar Tuding Ada ‘Permainan’

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 827

Kalah Pemilihan Ketua KONI Ketapang, Hammizar Tuding Ada ‘Permainan’
KETAPANG, SP –  Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ketapang, Hammizar Yahya menuding ada permainan dalam pemilihan Ketua KONI 2016-2020, yang dilaksanakan pada Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab), Sabtu (26/11) kemarin.

Tudingan itu, lantaran adanya dugaan pemalsuan tanda tangan Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Aeromodelling, Aleknder Tommy, tentang pemberian mandat.

Dalam Musorkab, Hammizar Yahya bersaing dengan Fadli Atif. Hasil pemilihan, Hammizar memperoleh 14 suara, sedangkan rivalnya, Fadli Atif mendulang 16 suara.

“Ada permainan tidak sehat dalam pemilihan itu. Saya merasa dirugikan,” tegas Hammizar, Minggu (27/11). Dia pun meminta Musorkab diulang.

“Saya berharap diadakan Musorkab ulang, karena ada dugaan pemalsuan tanda tangan pemberian mandat dari Ketua Cabor Aeromodelling,” ujar Hammizar.

Hammizar juga meminta Aleknder Tommy mengambil tindakan terkait dugaan pemalsuan tandatangannya. “Karena ini berbau ilegal atau pemalsuan," terangnya.

Senada dengan Hammizar, Aleknder meminta dilakukan Musorkab ulang. “Yang mendapat mandat mewakili Cabor Aeromodelling saat pemilihan saya tidak kenal siapa.  Karena saat pemilihan saya tidak ada di tempat," tegas dia.

Meski mengaku mendukung Hammizar, namun Aleknder, menegaskan tidak ada memberikan mandate dalam pemilihan Ketua KONI Ketapang. “Kalau memang benar, saya harap dilakukan pemilihan ulang, karena saya tidak pernah menandatangani mandat itu," tegas dia. 

Ketua Panitia Pelaksana Musorkab, Sarjan menegaskan kalau tidak ada pemalsuan mandat Ketua Cabor Aeromodelling. “Isu pemalsuan tanda tangan Ketua Cabor Aeromodelling itu tidak benar. Karena yang memberi mandat itu Sekretaris Cabor Aeromodeling,” tega Sarjan.

Panitia, kata dia, menerima mandat yang ditandatangani sekretaris bukan ketua. 

Ketua KONI Ketapang terpilih, Fadli Atif menyerahkan persoalan itu kepada panitia. "Itu bukan ranah saya. Tapi sudah saya cek ke panitia pelaksana, kalau yang memberikan tanda tangan untuk mandat Sekretaris Cabor Aeromodelling bukan ketuanya, karena mungkin ketuanya tidak ada di tempat," ujar dia.

Fadli menegaskan sebagai Ketua KONI terpilih, menegaskan persoalan itu tidak menganggu keharmonisan. “Bicara KONI, kita bicara semua Cabor. Semua ada keterwakilan dan bersama-sama untuk memajukan olahraga Ketapang," ujarnya. (teo)