Dijadikan Tersangka Korupsi, Kepsek SLBN, Sarkani “Mungkin Ini Dosa Saya”

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 510

Dijadikan Tersangka Korupsi, Kepsek SLBN, Sarkani “Mungkin Ini Dosa Saya”
Ilustrasi
KETAPANG, SP – Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Ketapang, Sarkani mengaku pasrah dengan proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri Ketapang, mengusut dugaan korupsi anggaran bantuan dari pemerintah sejak 2012-2015.

Dia kini ditetapkan sebagai tersangka korupsi, menurut penyelidikan Kejari Ketapang, telah merugikan negara Rp 654 juta.

Sarkani mengakui sekolah yang dipimpinannya menerima bantuan pemerintah untuk pengadaan barang dan beasiswa bagi murid.

"Pengadaan barang-barang ada. Bangunan fisik juga ada, tapi mungkin memang saya ada melakukan kekeliruan di beberapa item terkait," ujar Sarkani.

Penyaluran beasiswa bagi murid SLBN Ketapang, Sarkani menegaskan, memang baru disalurkan kepada 50 murid dari jumlah yang ditetapkan 102 murid.

Dia menjelaskan soal pemotongan dana beasiswa kepada murid. Tiap murid mendapatkan beasiswa sebesar Rp1.150.000, namun yang diterima murid (wali murid) Rp 710.000.

Pemotongan itu dilakukan dalam dengan para wali murid dan komite sekolah. Diakuinya, ada pro-kontra dalam pemotongan itu. “Itu diputuskan melalui rapat bersama orang tua murid dan komite sekolah. Saat rapat ada prokontra tapi kesepakatan yang diambil sesuai kesepakatan bersama dan persetujuan komite sekolah. Mungkin ini salah saya, dan dosa saya," ujar dia.

Menanggapi statusnya sebagai tersangka, Sarkani mengaku pasrah. "Umur saya sudah 54 (tahun). Saya siap menerima hukuman apapun. Saya pasrah dan serahkan semua ini ke yang maha kuasa, biarlah pengabdian saya berpuluh tahun tak dianggap, karena salah dan khilaf saya melakukan hal yang tak wajar," akunya.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Joko Yuhono menegaskan akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan ratusan juta rupiah. “Kerugian negara akibat perbuatan tersangka mencapai Rp 654 juta,” ujar Joko, Jumat (9/12).

"Selain dana bansos beasiswa, SLBN juga dapat bantuan dari Kementerian Pendidikan untuk membeli alat peraga dengan total bantuan Rp 110 juta, namun dalam pembelanjaan dan pertanggungjawabannya diketahui fiktif," ungkap Joko.

Kejari Ketapang masih mempertimbangan penahanan tersangka. “Lihat nantilah, mudah-mudahan dalam waktu kami lakukan pemanggilan terhadap para tersangka," kata Joko. (teo)

Baca Juga:
Korupsi Dana JKN, Kejari Ketapang Tetapkan Kepala Dinkes Sebagai Tersangka
Kreatif, DKP Manfaatkan Pohon Tumbang Sebagai Karya Seni Ukir
Ketapang Dilanda Angin Kencang, Sejumlah Pohon Roboh