12 Jam Mengapung di Laut, Mi Instan ‘Penyelamat’ Yandi Bersaudara

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 639

12 Jam Mengapung di Laut, Mi Instan ‘Penyelamat’ Yandi Bersaudara
12 JAM HANYUT - Yandi (30), nelayan asal Desa Sei Awan, Ketapang, selamat setetelah 12 jam terapung di laut. (SP/Ist)
KETAPANG, SP – "Ini pengalaman dan pelajaran beharga buat kami. Kami trauma.”

Itulah penuturan Yandi, nelayan asal Desa Sei Awan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Bersama dua saudaranya, Idit dan Dede, mereka terapung selama 12 jam di laut, setelah kapal pukat yang mereka gunakan mencari nafkah, disapu ombak setinggi tiga meter, Minggu (11/12) pukul 12.00 WIB.

Ketiganya mengapung dengan menggunakan penutup peti ikan, berbahan fiber, selama 12 jam lebih.  

Dalam keadaan genting, Yandi berusaha memberi semangat kepada dua saudaranya. Dan mengingatkan mereka agar terus menggerakkan tubuh selama di air, agar tidak mengalami keram.

Tips ini didapat Yandi dari pengalaman rekannya yang selama enam hari, enam malam, berada di laut. "Cerita kawan saya, jika berendam di dalam air, kaki dan badan harus tetap digerakkan walaupun tidak sekuat tenaga. Tapi harus digerakkan guna menghindari keram, makanya saat itu kami bertiga saling memotivasi agar terus bergerak dan tidak keram," ujar Yandi, Senin (12/12).

BERITA TERKAIT:
Delapan Orang Tenggelam Dihantam Ombak 3 Meter

Selama berada di laut, Yandi berusaha menghilangkan halusinasi dan rasa takut. Pengalaman aneh pun, ditemui mereka selama terombang-ambing di laut.

Keanehan itu, kata Yandi, saat menemukan belat atau perangkap ikan milik nelayan, seketika belat  hilang disapu ombak. Ketafakuran kepada Yang Maha Kuasa pun diperteguhnya, dengan harapan dapat selamat.
“Berpikir positif guna menghilangkan rasa takut,” ucap Yandi.

Rasa kerocongan mulai dialami Yandi bersaudara. Sementara dalam keadaan gelap gulita, mereka belum menemukan tanda mendekati daratan.

Kembali seperti keanehan, Yandi dan saudaranya menemukan dua kemasan mi instan terapung bersama satu botol minum kemasan.

"Dua indomie masih bagus, kami juga menemukan air Fanta setengah botol. Indomie dan air Fanta kami makan mengisi perut kami," kata dia.

Keberuntungan kembali menghampiri ketiga korban. Mereka melihat ada nelayan sedang merawai di tengah laut, pada Senin (12/12) pukul 01.00 WIB.

Bersama saudaranya, Yandi meneriaki nelayan agar menyadari keberadaan mereka, dan membantu mereka kembali kepada keluarganya

Yandi menyebutkan, Minggu subuh mereka melaut karena cuaca dalam kondisi baik. Namun, Minggu tengah hari, mereka memutuskan untuk pulang, karena cuaca mulai berubah. Baru saja menarik pukat, kapal mereka dihantam ombak.

“Kami berharap masyarakat belajar dari kejadian ini. Jangan menganggap remeh cuaca. Jangan pula memaksakan diri melaut jika cuaca tidak bagus,” ujar Yandi. (teo)

Baca Juga:
Paripurna Pergantian Ketua DPRD Budi Mateus Gagal Dilakukan
Setelah 4 Hari Tenggelam, Kardiman Pagi Tadi Ditemukan

Gagal Jambret Cai Siau Lan, Bandarsyah Babak Belur Dihajar Massa