Pengusutan Kasus Korupsi di Polres Ketapang Mandek

Ketapang

Editor Soetana hasby Dibaca : 811

Pengusutan Kasus Korupsi di Polres Ketapang Mandek
Ilustrasi
KETAPANG, SP – Pengusutan kasus korupsi  di Polres Ketapang dinilai mandek. Sejumlah kasus dugaan korupsi yang telah diusut Polres Ketapang sampai kini tidak jelas juntrungannya.

Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) Isa Anshari mengungkapkan sejumlah kasus yang telah diusut Polres Ketapang dan pernah diekspos, sampai kini tidak jelas proses hukumnya.

Di antaranya, kata Isa, kasus dugaan korupsi  Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Ketapang tahun 2011 nilainya mencapai Rp 33,4 miliar. Selain itu, kasus dugaan korupsi peningkatan Jalan Jambi-Sukaramai, dengan sembilan tersangka, dua di antaranya sudah divonis.

Kasus dugaan korupsi lainnya, Isa melanjutkan, dugaan korupsi pembangunan drainase Jalan DI Panjaitan, serta sejumlah kasus lainnya.

"Kalau kasus DAK Disdik, Polres pernah memberikan statement tinggal tunggu audit BPKP baru menetapkan tersangka, tapi sampai sekarang tidak ada tersangka yang ditetapkan dan perkembangan kasusnya tidak diketahui masyarakat. Padahal kasus ini setahu saya sudah ditangani Polres sejak tahun 2012 lalu," kata Isa, Rabu (28/12).

Isa juga mengkritik alasan Polres Ketapang tidak mengekspos penanganan kasus dugaan korupsi  karena belum tahap dua (ketetapan hukum), sebagaimana imbauan Presiden.

"Kalau memang ada instruksi seperti itu,K ejaksaan Negeri Ketapang berani mengekpos kasus korupsi yang sedang mereka tangani,” tegas Isa.

Diungkapkannya, FPRK siap mendukung Polres Ketapang menyelesaikan kasus dugaan korupsi. “Kami FPRK siap mendukung dan mengawal penyelesaian kasus-kasus yang ada," imbuhnya.

Desakan juga datang dari tokoh masyarakat Ketapang, Herman Wimpy.

"Kasus yang ditangani Polres mulai dari kasus peningkatan Jalan Jambi-Sukaramai yang menyisakan 7 tersangka namun tak ada kepastian hukumnya. Kasus DAK Disdik, kasus drainase DI Panjaitan yang sudah ditangani sejak beberapa tahun. Namun tidak memiliki kejelasan hukumnya," kata Herman. (teo)

Baca Juga:
Presiden Jokowi Diminta Resmikan Masjid Al-Ikhlas Ketapang
Elpiji 3 Kg Langka di Ngabang
Puskesmas Rasau Jaya Temukan 4 Penderita Penyakit Kaki Gajah







Komentar