Lampu Navigasi Padam, Kapal Nelayan Sukabangun Tenggelam

Ketapang

Editor sutan Dibaca : 1156

Lampu Navigasi Padam, Kapal Nelayan Sukabangun Tenggelam
Lampu Navigasi (SP/Ist)
KETAPANG, SP - Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HSNI) Ketapang, Evi Zulkifli prihatin adanya kapal milik nelayan asal Sukabangun yang pecah dan tenggelam di Muara Sukabangun, Senin (9/1) malam.   Kecelakaan ini diduga akibat padamnya lampu navigasi.

"Kami sudah beberapa kali laporkan terkait seringnya lampu navigasi yang mati, tapi tidak ada respon hingga menyebabkan adanya kapal keluar jalur muara akibat gelap dan tergalang ke tepian muara yang dangkal,"
katanya.

Dia mengungkapkan, 
kapal tersebut pecah dan tenggelam karena menabrak beting di luar alur muara yang dangkal lantaran gelapnya alur muara akibat padamnya lampu navigasi. Beruntung nelayan yang berada di kapal tersebut bisa menyelamatkan diri, meskipun harus menelan kerugian hingga puluhan juta akibat pecahnya kapal.

Untuk itu, ia menekankan agar pihak terkait yang dalam hal ini Kantor Radio Pantai Ketapang proaktif menyikapi laporan serta aktif mengecek kondisi lampu navigasi, agar keselamatan nelayan bisa terjamin sesuai Undang-undang Perlindungan Nelayan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Radio Pantai Ketapang, Masitah mengatakan, instansi yang berwenang menangani permasalahan ini ada di Pontianak. Pihaknya
,  hanya menerima dan menyampaikan laporan ke Pontianak.

"Kami di sini cuma bertugas menyampaikan dan melaporkan, dan kantor yang di Pontianak sudah kita beritahu," katanya.

Ia mengaku saat ini pihaknya tinggal menunggu kesiapan dari Pontianak untuk turun memperbaiki atau mengganti lampu navigasi yang padam.

Menurutnya, tidak ada yang bisa disalahkan akibat tenggelamnya kapal yang diduga karena padamnya lampu navigasi. Perawatan lampu navigasi telah diatur dalam standar operasi, misalkan jangka waktu dua bulan atau empat bulan, terkadang pihaknya menerima lampu dari Jakarta.
 

"Memang lampu navigasi diperuntukan untuk keperluan lalulintas laut. Jika lampu tersebut padam, maka kapal yang melintas bisa salah arah, walaupun setiap kapal ada kompas," ungkapnya. (teo/bob)  

Baca Juga:
Pelantikan Pejabat Eselon II dan III Diundur
Disdukcapil Melawi Kehabisan Blangko e- KTP
Dinas PMD Kapuas Hulu Kaji Pemecatan Oknum Kades