Senin, 23 September 2019


Dipecat PDIP, Ketua DPRD Ketapang Lakukan Perlawanan

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 2215
Dipecat PDIP, Ketua DPRD Ketapang Lakukan Perlawanan

Budi Mateus. (SP/Theo Bernadhi)

KETAPANG, SP – Ketua DPC PDIP Kabupaten Ketapang, Kasdi menegaskan Budi Mateus, kini menjabat Ketua DPRD Ketapang, dipecat dari keanggotan partai. Pemecatan Budi Mateus sesuai Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat PDIP, tertanggal 24 Januari 2017.

“Jadi per tanggal 24 Januari, Pak Budi bukan lagi anggota PDIP," kata Kasdi, Kamis (26/1).

Kasdi tak mempersoalkan pemecatan Budi Mateus sebagai Ketua DPRD Ketapang dan anggota DPRD Ketapang dari Partai PDIP, pada rapat paripurna DPRD Ketapang tidak mencukupi kuorum.

BERITA TERKAIT:
Paripurna Pergantian Ketua DPRD Budi Mateus Gagal Dilakukan 

"Kita di DPC hanya menjalankan tugas untuk menyampaikan apa yang menjadi keputusan DPP. Pemecatan ini sudah sesuai aturan,” tegas Kasdi.

Kasdi mengatakan, merujuk pada SK DPP PDIP, pemecatan Budi Mateus berdasarkan alasan tidak mengindahkan instruksi partai terkait pergantian pimpinan DPRD, sehingga dinilai membangkang terhadap ketentuan dan melanggar kode etik dan disiplin partai, dikategorikan dalam pelanggaran berat.

Budi Mateus juga dinilai melanggar aturan yang diakumulasikan mulai dari Pilkada dan peraturan partai sehingga berujung pada pemecatan.

“Sebelumnya DPP PDIP sudah melakukan upaya pembinaan terhadap yang bersangkutan. Namun yang bersangkutan dinilai masih melakukan kegiatan indisipliner, makanya partai dalam hal ini DPP memberikan tindakan tegas dengan mengeluarkan, memberhentikan dan memecat yang bersangkutan dari partai dengan segala jabatan jabatannya di PDIP," jelas Kasdi.

Kasdi mempersilakan Budi Mateus menempuh jalur hukum. “Silakan saja lakukan upaya hukum, kita tetap akan melaksanakan proses PAW (pergantian antar waktu)," pungkas Kasdi.

Budi Mateus menyatakan akan menempuh jalur hukum atas pemecatan dirinya. “Masak gara-gara kalah dalam Pilkada lalu, kesalahan ditimpakan kepada saya. Saya berharap pimpinan partai di tingkat atas berpikir jernih," kata dia.

Dia mengaku belum menerima SK pemecatannya.”Tentu saya akan lakukan gugatan terhadap DPP, DPD hingga DPC," tegas Budi. (teo)

Baca Juga:
Ketum Hanura, Oesman Sapta: Presidential Threshold Sudah Tak Lazim
OTT  Patrialis Akbar, Basaria: Terkait Uji Undang-Undang
Wakil  Ketua DPRD Kalbar Tak Setuju Rencana Menteri Sofyan Djalil