Senin, 23 September 2019


Kedua Kalinya Paripurna Pergantian Ketua DPRD Ketapang Gagal

Editor:

Soetana Hasby

    |     Pembaca: 1313
Kedua Kalinya Paripurna Pergantian Ketua DPRD Ketapang Gagal

TAK CUKUP KUORUM - Suasana sidang paripurna pergantian Ketua DPRD Ketapang dari Budi Mateus kepada Kasdi, Kamis (26/1), dinyatakan batal karena tidak cukup kuorum. (SP/Theo Bernadhi)

KETAPANG, SP – Sidang paripurna untuk kedua kalinya, dengan agenda pergantian Ketua DPRD Ketapang dari Budi Mateus kepada Kasdi, kembali gagal dilakukan, Kamis (26/1). Sidang yang sempat diskor dua kali tetap tak memenuhi kuorum. 

Dari 45 anggota DPRD Ketapang yang menghadiri paripurna hanya 29 anggota Dewan.

Semula paripurna dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB, namun ditunda hingga pukul 09.38 WIB. Saat pimpinan sidang paripurna, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Jamhuri Amir membuka sidang paripurna, anggota Dewan yang hadir baru 26 orang. Akhirnya sidang pun diskor sebanyak dua kali.

Saat sidang paripurna kembali dibuka, jumlah kehadiran anggota Dewan dinyatakan masih belum kuorum.

BERITA TERKAIT:
Dipecat PDIP, Ketua DPRD Ketapang Lakukan Perlawanan
Paripurna Pergantian Ketua DPRD Budi Mateus Gagal Dilakukan  


“Setelah rapat dibuka kembali, jumlah kehadiran secara fisik tidak sampai jumlah 2/3 atau 30 orang dari 45 orang anggota. Berdasarkan Tatib dinyatakan tidak memenuhi kuorum dan rapat tidak bisa dilaksanakan," kata Jamhuri.

Jamhuri menegaskan, berdasarkan aturan maka paripurna pergantian Ketua DPRD tidak bisa dijadwalkan kembali, karena sudah dua kali dilakukan.

"Paripurna pertama bulan Desember 2016 lalu peserta rapat tidak kuorum maka dijadwalkan kembali hari ini (Kamis) peserta rapat juga tidak kuorum. Kemudian dilakukan dua kali skor sesuai Tatib, namun akhirnya juga tidak kourum. Dari aturan minimal 30 anggota Dewan yang harus ada kali ini hanya 29 Dewan yang hadir, makanya rapat tidak bisa digelar dan ditutup," tegasnya.

Maka, kata Jamhuri, berdasarkan tata tertib dan aturan, posisi dan hak-hak Budi Mateus sebagai Ketua DPRD Ketapang masih melekat.  

"Jadi posisi Budi Mateus masih tetap dan hak-haknya di kelembagaan masih melekat, sepanjang belum ada mekanisme lagi dari partainya, tapi kalau memang ada tentu akan dibahas lagi dalam kelembagaan DPRD, yang jelas paripurna pergantian Ketua DPRD tidak bisa lagi," imbuh Jamhuri. (teo)
 
Baca Juga:
Amankan Imlek dan Cap Go Meh, Polda Kalbar Kerahkan 950 Personel
Ketum Hanura, Oesman Sapta: Presidential Threshold Sudah Tak Lazim
OTT  Patrialis Akbar, Basaria: Terkait Uji Undang-Undang