30 WNA Dituntut 1 Tahun Penjara atau Bayar Denda Rp1 Juta

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 690

30 WNA Dituntut 1 Tahun Penjara atau Bayar Denda Rp1 Juta
PENANDATANGANAN BERKAS - Satu persatu Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok menandatangani pernyataan pembayaran denda di Aula Kantor Kejari Ketapang, Senin (8/5) pagi.
KETAPANG, SP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melakukan eksekusi terhadap 30 Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok yang beberapa hari lalu divonis bersalah dalam sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) oleh Pengadilan Negeri (PN) Ketapang. Dalam vonisnya PN menuntut 30 WNA satu kurungan penjara atau denda sebesar Rp1 juta per orangnya.

Eksekusi terhadap putusan hakim dihadiri 30 WNA serta pihak Imigrasi Ketapang di Aula Kantor Kejari Ketapang, Senin (8/5) pagi.

Kepala Kantor Imigrasi Ketapang, Darmunansyah mengatakan, setelah divonis oleh Pengadilan Negeri Ketapang dengan tuntutan satu bulan kurungan penjara atau membayar denda sebesar Rp1 Juta, 30 WNA tersebut wajib menjalankan vonis pengadilan di Kejaksaan Negeri (Kejari) selaku eksekutor putusan.

"Setelah vonis kemarin, hari ini 30 WNA memilih untuk membayar denda sebesar Rp1 juta ke Kejaksaan Negeri Ketapang," ungkapnya, Senin (8/5).

Setelah eksekusi ini pembayaran denda dilakukan, ia mengaku pihaknya akan segera melakukan deportasi terhadap 30 WNA sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Secepatnya akan kita selesaikan prosesnya, dan akan segera kita tentukan hari deportasinya," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Joko Yuhono mengapresiasi tindakan Imigrasi Ketapang yang berhasil mengamankan para WNA yang dinilai melanggar aturan.

"Meskipun baru beroperasi, tapi Imigrasi Ketapang telah melakukan tindakan luar biasa, kita berharap dengan adanya kejadian ini akan berdampak lebih baik kedepannya dalam penanganan WNA atau TKA yang masuk ke Ketapang dengan menyalahi aturan," katanya.

Di samping itu, pihaknya juga akan terus mendukung Imigrasi Ketapang dalam hal pengawasan terhadap WNA maupun TKA yang masuk di Ketapang serta mendukung langkah Imigrasi serta pihak terkait lainnya dalam memberikan sanksi tegas terhadap para warga asing yang melanggar aturan.

"Kepada kawan-kawan media, masyarakat kita berharap memberikan informasi kepada Imigrasi kalau ada WNA atau TKA masuk tanpa izin atau menyalahi aturan lainnya, hal tersebut agar dapat sesegera mungkin dilakukan penanganan," mintanya.

Ia pun berharap, setelah dieksekusi, pihak Imigrasi Ketapang dapat segera mungkin mendeportasi pari WNA tersebut dan dapat memastikan para WNA dipulangkan ke negaranya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Tadi saya sudah tanyakan ke Kepala Imigrasi, katanya nanti ada petugas mereka mendampingi para WNA saat dideportasi. Kita harap secepatnya dideportasi," harapnya. (teo/bob)