Polres Ketapang Gelar Operasi Cipta Kondisi

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 675

Polres Ketapang Gelar Operasi Cipta Kondisi
MEMERIKSA - Anggota Polres Ketapang melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang di salah satu toko di Jalan R Suprapto Ketapang, Senin (29/5). Pada kegiatan Cipta Kondisi ini, kepolisian berhasil mengamankan beberapa barang kedaluarsa dan pasangan mesu
KETAPANG, SP - Selama empat hari menggelar giat cipta kondisi pada bulan suci Ramadan, Polres Ketapang berhasil mengamankan sejumlah barang kedaluarsa dari beberapa mini market, swalayan serta toko-toko kue. Bahkan dua di antara mini market yang kedapatan menjual barang kedaluarsa prosesnya sudah ditingkatkan menjadi Laporan Polisi (LP).

Dari pantuan di lapangan, Senin (29/5) jajaran anggota Polres Ketapang menggelar giat cipta kondisi di sejumlah mini market, swalayan dan agen- agen barang serta tokoh kue.
Di antaranya seperti di toko penjual bahan kue di Jalan R Suprapto, Swalayan Fokus dan beberapa lokasi lainnya. Sedangkan dua mini market yang ditingkatkan menjadi LP, yakni yang terletak di Jalan S Parman.

Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kabag Ops Polres Ketapang, Kompol Alfan mengatakan, giat cipta kondisi dilakukan guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama menjalankan ibadah bulan suci Ramadan.

"Pelaksanaan giat cipta kondisi selama 15 hari. Baru kita mulai sejak empat hari lau menjelang puasa dan nanti menjelang idul fitri," katanya kepada wartawan, Senin (29/5).

Selain melakukan razia di rumah-rumah kos, losmen, tempat hiburan malam dan kafe-kafe, pihaknya juga memantau harga  di sejumlah pasar hingga menyisir agen-agen sembako, toko, mini market hingga swalayan. Upaya ini bertujuan untuk memastikan harga serta kondisi barang yang dijual.

"Selama 4 hari berjalan, kami menemukan barang-barang kedaluarsa di dua mini market. Selain itu, kita juga menangkap delapan pasangan di luar nikah yang kedapatan berada di losmen di kota Ketapang," terangnya.

Untuk delapan pasangan di luar nikah ini, pihaknya telah mendata dan meminta mereka membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali, disaksikan oleh para keluarga dari delapan pasangan tersebut. Sedangkan untuk dua mini market yang kedapatan menjual barang-barang kedaluarsa saat ini masih dalam proses hukum.

"Untuk dua mini market itu, prosesnya kita tingkatkan ke Laporan Polisi (LP-red) sekarang masih dilakukan pemeriksanaan. Untuk teknisnya nanti silahkan ke bagian Reskrim," katanya.

Ia menambahkan, kedua mini market tersebut bisa saja dipidana jika memang terbukti bersalah dan dijerat Undang-undang Perlindungan Konsumen.

"Kita imbau agar para pemilik usaha untuk tidak menjual barang-barang kedaluarsa yang bisa membahayakan keselamatan masyarakat dan tidak melakukan penimbunan barang guna mencari keuntungan pribadi," tegasnya.

Sementara itu, Pengelola Mini Market Anda Smart Shop, Hidayat penemuan barang kedaluarsa di tempatnya bekerja baru pertama kali ini terjadi, dirinya mengakui hal tersebut terjadi akibat kelalaian pihaknya.

"Selama 3 tahun berdiri baru ini ada ditemukan barang kedaluarsa di sini, biasanya rutin dilakukan pengecekan oleh BPOM termasuk pada saat bulan puasa tapi tidak pernah ditemukan barang-barang kedaluarsa. Bahkan menurut BPOM di tempat kami ini bagus," ungkapnya.

Selama ini, pihaknya rutin melakukan pengecekan masa berlaku barang-barang yang dijual, bahkan terkadang menarik barang yang dua hingga empat bulan sebelum masa berlaku habis.

"Kalau untuk susu biasanya dua bulan sebelum masa berlaku habis sudah kita tarik dan sampaikan ke distributor, karena kita tidak mau ambil rIsiko," katanya.

Namun, diakuinya kali ini pihaknya melakukan kelalaian sehingga terdapat barang-barang kedaluarsa saat giat cipta kondisi dilakukan pihak oleh Polres Ketapang.
Barang-barang kedaluarsa tersebut yang diamankan, di antaranya susu bebelac satu kotak, nescafe tiga kaleng serta hemaviton 2 kaleng.

"Kami juga sudah memberi keterangan, yang jelas kami akan lebih berhati-hati lagi dan akan terus memperbaiki pelayanan. Apalagi sebelum-sebelumnya tidak pernah terjadi hal seperti ini," tuturnya. (teo/bob)