Pantai Selatan Kalbar Dikepung Banjir

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 276

Pantai Selatan Kalbar Dikepung Banjir
BANJIR – Warga Ketapang tengah melintasi Jalan Basuki Rahmad yang terendam air pasca hujan lebat melanda Kota Ketapang, Jumat (2/6). (foto kiri). Ratusan warga Dusun Sidorejo, Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara terpaksa harus di
KETAPANG, SP - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Ketapang sejak Kamis (1/6) siang hingga Jumat (2/6) pagi membuat sejumlah ruas jalan di Kota Ketapang digenangi air dengan ketinggian bervariasi.

Dari pantauan di lapangan, hujan deras yang terjadi sejak Kamis (1/6) sekitar pukul 14.00 WIB hingga dini hari sempat reda, namun sejak subuh sampai sekitar pukul 09.00 WIB hujan kembali turun dan mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan.

Di antaranya di Jalan Diponogoro, Jalan Basuki Rahmad, Jalan H Murni, Jalan Agus Salim, Jalan MT Haryono, Jalan Beringin, Komplek Pasar Baru dan beberapa ruas jalan lainnya di seputaran Kota Ketapang. Namun, genangan air jauh lebih cepat surut dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya.

Dwi Agus (27) satu di antara warga Jalan Gatot Subroto mengeluh terhadap kondisi banjir yang kerap terjadi ketika hujan deras dengan durasi lama melanda Kota Ketapang. Ia menjelaskan, jika kondisi seperti ini memang sudah kerap terjadi.

"Hampir tiap kali hujan deras dengan durasi lama, maka sejumlah ruas jalan tergenang air. Ini tentu sangat menganggu aktivitas terutama ketika harus melintasi jalan yang tergenang air," ungkapnya, Jumat (2/6).

Ia melanjutkan, sejumlah ruas jalan yang menjadi langganan genangan air pasca terjadi hujan di antaranya Jalan Basuki Rahmad, Jalan MT Haryono, Jalan Diponogoro, Komplek Pasar Baru serta di beberapa ruas jalan lainnya. Untuk itu, ia berharap ada solusi kongkrit guna mengatasi persoalan ini.

"Pemda harus secepatnya mengambil langkah kongkrit, dengan menganggarkan apakah itu untuk pelebaran saluran, pengerukan saluran atau pembongkaran bangunan-bangunan yang menutup saluran air, " harapnya.

Namun, diakuinya kalau kondisi genangan air kali ini jauh lebih cepat menyurutnya dibandingkan kejadian-kejadian sebelumnya.

"Kali ini memang cepat surutnya, mungkin karena sebelumnya ada dilakukan perbaikan saluran. Walaupun cepat surut, tapi masih menyisakan genangan air, kita berharap persoalan cepat teratasi," katanya.
Terparah di Sukadana Sementara itu, sebagian besar wilayah Sukadana, ibu kota Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat juga tergenang banjir, setelah diguyur hujan deras sejak Kamis (1/6) hingga Jumat pagi.

Ratusan rumah warga, kantor pemerintahan dan sekolah habis terendam banjir setelah diguyur hujan lebih dari 10 jam itu.

Bahkan sebagian dari warga yang ingin menjalankan ibadah puasa tidak sempat untuk makan sahur akibat air sudah menggenangi rumah mereka dini hari tadi.

Sampai saat ini, belum diketahui  adanya korban jiwa. Namun kerugian akibat banjir seperti alat elektronik rumah, kendaraan roda dua dan  empat yang terendam mengalami kerusakan berat.

Banjir hingga pinggang orang dewasa ini merupakan yang terparah di Sukadana dan sekitarnya sejak 10 tahun belakangan ini.

Salah seorang warga Jalan Model, Lina Nurlita menceritakan, dirinya mengetahui air sudah mulai masuk rumah saat hendak bangun untuk masak buat makanan sahur.

"Saya sudah tidak dapat tidur sekitar pukul 24.00 WIB, saat bangun air sudah sampai tangga depan rumah. Alhamdulillah, saya dengan suami serta anak-anak sempat memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi," kata Lita.

Melihat air semakin tinggi hingga menggenangi ruangan di rumah, membuat dirinya dan keluarga terpaksa mengungsi ke rumah tetangga yang bertingkat.

"Sekitar jam 03.00 melihat air semakin dalam, kami langsung mengungsi ke rumah Pak Buang yang tidak jauh dari rumah kami," katanya.

Salah seorang siswa MTS  Sukadana, Aditia menuturkan, dirinya dan kawan - kawannya yang saat ini sedang menjalani ulangan umum terpaksa ditunda, karena gedung sekolah mereka pun habis terendam banjir.

"Pakaian sekolah dan buku - buku habis basah semua, padahal kami hari ini ulangan umum," tuturnya. (teo/ble/ant/bob)