Bupati Ketapang Resmikan Pembukaan Lahan PT PSM

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 687

Bupati Ketapang Resmikan Pembukaan Lahan PT PSM
PERESMIAN – Bupati Ketapang, Martin Rantan menabuh gong menandai resminya PT Permata Sawit Lestari beroperasi di Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Senin (5/6). Istimewa
KETAPANG, SP - Bupati Ketapang, Martin Rantan meresmikan pembukaan lahan PT Permata Sawit Mandiri yang berlokasi di Desa Sebadak Raya dan Desa Pangkalan Suka Kecamatan Naga Tayap, Senin (5/6). Peresmian ditandai dengan pemukulan gong, penyerahan tajau kepada tiga kepala desa dan sekaligus penyerahan ambulan dari perusahaan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Pimpinan PT Permata Sawit Mandiri, Albert Ruslim mengungkapkan, sebelum laha resmi dibuka, pihaknya terlebih dahulu melalui proses yang cukup panjang, mulai dari diterbitkannya izin lokasi oleh Pemkab Ketapang, kemudian proses kawasan hutan serta mendapatkan izin pelepasan kawasan dari Menteri Kehutanan.

"Dan pada hari ini kita bersama sama menyaksikan peresmian operasi PT Permata Sawit lestari," kata Albert Ruslim.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang dan masyarakat terhadap PT PLSM,  sehingga cita cita perusahaan untuk menuju kesejahteraan bersama akan terwujud. Albert juga mengatakan, dalam menjalankan roda bisnis perkebunan ini, perusahaan pada dasarnya mengharapkan keuntungan, namun tidak melupakan pembangunan masyarakat.

"Keterlibatan masyarakat dalam setiap sendi pembangunan sangat kita harapkan," ujarnya.

Kepedulian perusahaan terhadap lingkungan hidup, menurutnya tidak perlu diragukan lagi. Dia memaparkan bahwa pihaknya telah melepaskan atau mengurangi sebagian lahan kurang lebih 4.750 hektare atau lebih kurang 28 persen dari 16.929.20 yang telah diberikan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dijadikan konversi pemukiman orang hutan, termasuk wilayah perbukitan dan hutan adat, ulayat serta dataran rendah yang seharusnya menjadi catatan tersendiri.

Sementara itu, Bupati Ketapang, Martin Rantan mengatakan, keberadaan PT Permata Sawit Mandiri, dinilainya sangat membantu pemerintah dalam hal pembangunan.
Sebagai contoh, pembangunan jalan masuk ke Desa Kebuai yang dulunya sulit dilalui sekarang sudah bisa. Ke depan, diharapkan jalan tersebut dapat terus dipelihara melalui program CSR.

"Pemerintah masih kesulitan untuk membangun seluruh jalan yang ada di Ketapang, karena anggaran kita sedikit," katanya.

Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada perusahaan yang telah menghormati adat istiadat dan kearifan lokal.
"Kita jangan melihat harga tajau, tetapi lihat sebuah makna penghormatan dari perusahaan kepada masyarakat adat," tuturnya.

Martin mengatakan, pemerintah berkomitmen memberikan ruang seluas luasnya kepada dunia investasi untuk melakukan pembangunan di bidang ekonomi. Secara umum, Pemkab Ketapang hanya bisa membangun infrastruktur, seperti rumah sakit, sekolah, jalan, jembatan dan sebagainya. Namun, belum bisa menjangkau ekonomi kerakyatan. Oleh sebab itu, perlu doongan investasi, dan peranan dunia usaha. (teo/bob/PK)