BBM di Ketapang Langka

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 490

BBM di Ketapang Langka
ANTRE – Warga Kota Ketapang sedang mengantre Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU yang terletak di Jalan DI Panjaitan Ketapang, Rabu (7/6).
KETAPANG, SP - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis bensin maupun pertalite mengalami kelangkaan di Kabupaten Ketapang, sejak Selasa (6/6). Akibatnya harga bensin di tingkat pengecer mencapai Rp15 ribu per liternya. Kondisi ini  terjadi lantaran kapal pengangkut BBM kandas akibat faktor cuaca.

Dari pantauan, kelangkaan terjadi sejak Selasa (6/6) hingga Rabu (7/6). Sejumlah pedagang eceran sama sekali tidak menjual BBM, baik bensin maupun pertalite. Bahkan terlihat antrean panjang di beberapa SPBU yang di Kota Ketapang.

Saat dikonfirmasi, Waka Polres Ketapang, Kompol Reza Simanjuntak mengatakan, kelangkaan minyak diakuinya sesuai informasi yang didapat, disebabkan adanya kapal pengangkut BBM yang kandas akibat faktor cuaca.

"Informasi yang kita dapatkan, kapal pembawa bahan bakar tidak bisa merapat akibat faktor cuaca," ungkapnya, Rabu (7/6).

Namun Selasa (6/6) malam sekitar pukul 22.00 WIB, cuaca berangsur mulai membaik dan kapal pengangkut BBM akhirnya bisa bersandar.

"Pihak Pertamina sudah mengkonfirmasi, mereka siap mendistribusikan BBM untuk masyarakat Ketapang," tuturnya.

Terkait adanya pedagang eceran yang menjual BBM dengan harga tinggi, dirinya mengimbau untuk tidak mencari keuntungan berlebih dalam hal ini, lantaran tingginya harga eceran tentu memberatkan masyarakat.

"Jual mesti sesuai HET yang ada, jangan sampai memberatkan masyarakat, terlebih menjelang hari raya Idul Fitri tentu kebutuhan bahan bakar meningkat. Jadi kita harap masyarakat tidak dirugikan," tuturnya.

Ia menegaskan, akan menindak tegas para pelaku yang dengan sengaja melakukan penimbunan bahan bakar minyak demi meraup keuntungan pribadi.
Untuk itu, diimbau kepada masyarakat atau pelaku usaha agar melakukan penimbunan bahan bakar yang dapat membuat melonjaknya harga dan merugikan masyarakat banyak.

"Tidak ada yang boleh melakukan penimbunan baik bahan bakar, sembako atau kebutuhan lainnya, jika kedapatan maka akan kita tindak tegas. Kita juga akan lakukan patroli dan siap menerima informasi masyarakat, jika mengetahui ada yang melakukan penimbunan," ungkapnya.

Sementara itu, Deden (30) satu di antara warga Ketapang mengaku sejak dua hari yang lalu harga bensin mengaami kenaikan yang signifikan, yakni mencapai Rp15 ribu per liter.

"Tadi malam (Selasa-red) saya beli eceran di Jalan WR Supratman perliternya Rp15 ribu, kalau biasanya Rp7.500 hingga Rp8.000, mungkin karena langka jadi harganya mahal," ujarnya.

Ia berharap, kondisi kelangkaan ini dapat segera teratasi agar harga bahan bakar bisa kembali normal dan dirinya beserta masyarakat lainnya tidak terbebankan dengan harga yang mahal.

"Karena, kita setiap hari perlu bahan bakar untuk kendaraan. Jadi kita harap persoalan ini segera teratasi," harapnya. (teo/bob)