Pelabuhan Teluk Cik Kadir Rusak Ditabrak Kapal

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 542

Pelabuhan Teluk Cik Kadir Rusak Ditabrak Kapal
RUSAK PARAH - Warga sekitar Pelabuhan Teluk Cik Kadir melihat kondisi dermaga yang rusak, setelah ditabrak kapal milik PT Geo Mineral Eksplorindo yang berdomisili di Jakarta Selatan, Rabu (5/7). SUARA PEMRED/MUHAMMAD ARIEF
SUKADANA, SP - Pelabuhan Teluk Cik Kadir, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, yang diresmikan pada tahun 2016 rusak parah, setelah ditabrak kapal milik PT Geo Mineral Eksplorindo yang berdomisili di Jakarta Selatan, kemarin.  

Menurut warga setempat, Akhmad Suandi, kapal yang bersandar tersebut merupakan kapal dari Belitung yang dikontrak oleh salah satu perusahaan di Jakarta Selatan.     

"Sebenarnya dermaga ini, standarnya untuk kapal yang bermuatan 500 ton atau 500 knot. Bahkan, kerap dioperasikan untuk bongkar - muat besar proyek pembangunan di Kayong Utara. Tapi kapal dari Belitung  ini bersandar, justru merusak pelabuhan," ujarnya, Rabu (5/7).
 

Menurutnya, Dermaga Teluk Cik Kadir yang berhadapan dengan  laut lepas memang perlu adanya sistem pengawasan, untuk menyeleksi setiap kapal yang akan bersandar.    

Namun, selama ini diakuinya beberapa kapal besar justru kerap melakukan bongkar - muat di pelabuhan ini.   

"Mereka tidak memperhitungkan kondisi alam,  cuaca,  dan sebagainya, sehingga mereka salah menyandarkan kapal.  Kami sebagai masyarakat, meminta  perusahaan bertanggungjawab atas kerusakan ini, mengingat Pelabuhan Cik Kadir merupakan aset bagi Kabupaten Kayong Utara," tuturnya.   

Terkait kerusakan dermaga tersebut, pihak perusahaan dari PT Geo Mineral Eksplorindo sudah menyampaikan surat tertulis kepada pihak Syahbandar,  yang isinya siap mengganti kerusakan dermaga di Pelabuhan Teluk Cik Kadir.  

"Dari pihak kapal sudah ada yang komunikasi,  mereka menyerahkan hal ini ke Syahbandar. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut atau perbaikan. Surat pernyataan (siap mengganti rugi) ditujukan ke Syahbandar UPT di Teluk Melano, kemudian ditindaklanjuti Syahbandar di Pontianak, tetapi belum ada kejelasan, " tambahnya.     

Lambannya perbaikan dermaga ini,  diakuinya akan menghambat sejumlah kapal untuk membawa material proyek pembangunan di Kayong Utara. Tak ayal ini juga akan berdampak kepada retribusi pemerintah daerah, di setiap bersandarnya kapal.  

Jika dalam waktu dekat tidak ada tindaklanjut dari pihak yang bertanggungjawab atas kerusakan dermaga,  maka pihaknya akan menyerahkan hal ini kepada aparat hukum,  agar dapat segera ditindakan.  

"Kita dirugikan masalah retribusi,  karena bongkar muat kapal bersandar menjadi terhalang. Kami akan serahkan ke pihak aparat, supaya pihak perusahaan segera memperbaiki ini,  karena fendernya, karet (bersandar kapal)  kestingnya,  sudah rusak dan hancur.  Kita tentu sangat dirugikan, " katanya. (ble/bob)  
 

Komentar