Kemenag Kumpulkan Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 353

Kemenag Kumpulkan Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam
SOSIALISASI - Para Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam menggelar rapat koordinasi, sekaligus mendapatkan sosialisasi bantuan pemerintah pada Program Indonesia Pintar (KIP) dari Kementerian Agama, Kamis (13/7).
KETAPANG, SP - Kementerian Agama (Kemenag) Ketapang menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pimpinan Lembaga Pendidikan Islam, Kamis (13/7).  

Kegiatan yang terdiri dari Pondok Pesantren (Ponpes), Madrasah Diniyah (MD) dan Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) ini, dibuka langsung oleh Kasi Pekapontren Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Farlindungan.  

Rakor kali ini membahas tentang pemutakhiran data dan izin operasional Ponpes, MD dan TPQ di lingkungan Kemenag Ketapang,  sekaligus pembentukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), Forum Komunikasi Diniah Takmiliah (FKDT) dan Forum Komunikasi Taman Pendidikan Quran (FKTPQ).
 

"Dalam kesempatan ini, saya ingin mensosialisasikan bantuan-bantuan pemerintah pada Program Indonesia Pintar (KIP) kepada pesantren yang santrinya sesuai dengan kriteria pedoman KIP," ujar Farlindungan saat memberikan sambutan.  

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh Pimpinan Ponpes di lingkungan Kabupaten Ketapang agar segera mendata santri-santrinya untuk didaftarkan sebagai penerima KIP. Di mana tahun ini, Kemenag melalui Seksi Pontren akan mengadakan pembinan Musabaqah Qira’atul Kutub.  

"Kita harapkan semoga seluruh Ponpes dapat mengikut sertakan santrinya tahun ini. Terlebih, Pemda melalui Kesra selalu mengakomodir segala kebutuhan Ponpes. Untuk itu, saya sarankan agar proses pendataan dilakukan secara valid dan akurat," sarannya.  

Terkait dibentuknya forum, ia berharap semuanya bisa menjadi wadah terjalinnya hubungan yang harmonis antar pondok pesantren dan pemerintah, khususnya terhadap Kementerian Agama Ketapang. Sehingga, ke depan ada hubungan yang harmonis antar ulama dan umara.  

Sementara itu, salah satu peserta Rakor, KH Agus Alamuddin Jazuli mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Kemenag Ketapang. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan momen yang tepat.  

Terlebih masih berada di bulan syawal, tentu sekaligus menjadi ajang Halal Bi Halal untuk mencairkan kebekuan hubungan antar pondok pesantren dan pemerintah.   Upaya ini, dikataknnya dapat menyatukan hati dan pemikiran demi menciptakan peradaban Ketapang menjadi lebih baik.  

"Ini perbuatan yang baik, dan patut kita syukuri. Semoga hubungan ini dapat terus terjalin dengan baik, antara sesama Ponpes serta dengan pemerintah," tuturnya. (teo/bob)