Pembakar Mobil Ketua FPRK Disidang

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 683

Pembakar Mobil Ketua FPRK Disidang
ilustrasi
KETAPANG, SP - Pengadilan Negeri (PN) Ketapang menggelar sidang perdana terhadap Adi Priyono alias Ujang pelaku kasus pembakaran mobil Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari, Selasa (1/8).

Sidang perdana tersebut dihadiri puluhan orang mulai dari perwakilan anggota hingga simpatisan FPRK.

Saat dikonfirmasi, korban pembakaran mobil, Isa Anshari mengatakan, pihaknya menyerahkan seluruh proses hukum ke aparat penegak hukum. Menurut dia, percobaan pembakaran mobil miliknya merupakan bentuk teror yang harus dituntaskan agar tidak terulang kembali.

"Semua saya serahkan ke aparat penegak hukum untuk memberi sanksi kepada pelaku," tegasnya, Selasa (1/8).

Meskipun menyerahkan proses hukum ke penegak hukum,  namun ia tetap mempertanyakan adanya dugaan tersangka lain dalam kasus percobaan pembakaran ini. Pasalnya, menurut saksi mata, saat kejadian pelaku di lokasi sebanyak dua orang yang mengendarai sebuah sepeda motor.

"Saksi mata melihat dua orang, satu yang melemparkan bola api ke mobil saya, satunya menunggu di atas motor. Tapi sampai sekarang hanya pelaku yang melempar bola api yang sudah tertangkap, sedangkan pelaku lainnya hingga sekarang tidak ada kejelasan," ketusnya.

Untuk itu, ia meminta aparat kepolisian untuk benar-benar mengusut kasus ini, jangan sampai hanya satu pelaku yang menjadi tumbal, sedangkan pelaku lainnya berkeliaran dan memberikan rasa was-was kepada orang-orang yang ingin menyuarakan kepentingan masyarakat.

"Kejadian pembakaran mobil tidak lama, pasca kami melakukan demo menuntut kasus OTT penerimaan tenaga kontrak serta mendesak Pemda mengakomodir para tenaga kontrak yang tidak lulus tes. Padahal sudah bekerja lama. Anehnya, si ujang (pelaku-red) merupakan satu di antara tenaga kontrak yang tidak lulus yang sedang kami perjuangkan, tentu ada sesuatu dibalik semua ini. Makanya kami minta dalangnya juga ditangkap," mintanya.

Ia menambahkan, jika kasus pembakaran mobilnya tidak terungkap dan hanya satu pelaku saja yang diproses, maka tentu akan menjadi citra buruk bagi aparat penegak hukum. Padahal, barang bukti handphone pelaku yang tertinggal di lokasi kejadian bisa memudahkan aparat dalam memproses kasus ini dan mengungkapnya.

"Kalau kasus ini tidak tuntas, maka bukan tidak mungkin kejadian serupa terjadi lagi. Entah kepada saya, maupun kepada pihak lainnya," tuturnya. (teo/bob)