Aktivitas Pengeboman Ikan Dikecam

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 308

Aktivitas Pengeboman Ikan Dikecam
BOM IKAN - Pemboman ikan adalah praktik keji yang melukai banyak sendi kehidupan, tidak hanya lingkungan dan ekosistem semata, bom ikan juga mengancam keberlangsungan ekonomi, karena praktik ilegal seperti ini membuat pihak dunia menjatuhkan sangsi kepada
KETAPANG, SP - Indikasi masih adanya aktivatas pengeboman ikan di wilayah perairan Ketapang, terbukti dengan digagalkannya pengiriman ratusan detonator untuk bahan peledak, beberapa waktu lalu. Pemilik detonator mengaku alat tersebut untuk pengeboman ikan. Hal ini mendapat sorotan dan kecamatan dari berbagai pihak. Satu diantaranya Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ketapang.

Sekretaris, HNSI Ketapang, Evi Zulkifli mengatakan, dampak dari pengeboman ikan sangat merugikan banyak pihak serta berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama pada ekosistem laut. "Dampak dari pengeboman ikan tentu merusak terumbu karang yang ada, merusak habitat dan ekosistem laut, mematikan ikan-ikan kecil sehingga mengurangi populasi ikan. Jadi pengeboman hanya memberikan dampak negatif dan menguntungkan para pelakunya saja," ungkapnya, Minggu (13/8).

Ia melanjutkan, selain berdampak pada lingkungan, dampak lainnya pengeboman ikan tentu merugikan nelayan lokal seperti nelayan pemancing, kelompok budidaya ikan keramba, serta nelayan tradisional lainnya. "Jadi harapan kita pengeboman ikan di Ketapang harus ditertibkan, dan Pemda melalui instansi terkait harus buka mata dan tidak diam. Harus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk bersama menertibkan pengeboman ikan di perairan Ketapang serta mengawasi aktivitas nelayan di Ketapang," mintanya.

Lantaran, menurutnya aktivitas pengeboman ikan di perairan Ketapang sudah lama terjadi, namun dinas terkait seolah tutup mata dan tidak melakukan sosialisasi serta pengawasan terhadap aktivitas nelayan, terlebih pelaku pengeboman biasanya merupakan nelayan luar Ketapang.

500 Detonator

Seperti diketahui, warga Gang Cendrawasih, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan Ketapang, Raji, menjadi tersangka pemesan 500 butir detonator dari Sulawesi Selatan (Sulsel). Detonator tersebut diamankan polisi di terminal kargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada 13 Juni 2017 lalu. Raji telah menjalani pemeriksaan di Mapolda Kalbar.  

“Sabtu yang bersangkutan dibawa ke Polda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait penemuan ratusan detonator di bandara Hasanuddin Makassar yang diduga ada keterkaitan dengan yang bersangkutan,” jelas Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rulli Robinson Poli.
Ia menjelaskan, sebelumnya Polres Ketapang telah melakukan pemeriksaan terhadap Raji yang diketahui berprofesi sebagai pengusaha ikan.

Dari pengakuannya, detonator tersebut dipergunakan untuk bom ikan. Sudah dua kali ia memesan detonator pada orang yang sama. Dari hasil penggeledahan di rumahnya, polisi juga berhasil mengamankan alat-alat untuk bom ikan seperti pupuk yang dipergunakan untuk racikan membuat bom ikan. (teo/ind)

Komentar