Warga Sungai Gali Gotong Royong Bersihkan Parit

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 437

Warga Sungai Gali Gotong Royong Bersihkan Parit
Gotong royong
SUKADANA, SP - Guna mengantisipasi bencana banjir saat musim penghujan tiba, belasan pemuda Dusun Sungai Gali, Desa Pangkalan Buton, Kabupaten Kayong Utara, menggelar kegiatan gotong royong membersihkan parit di sepanjang Jalan Sungai Gali. Kegiatan gotong royong yang diadakan secara swadaya ini, memang sengaja dilakukan warga meski tidak mendapatkan dukungan dari pihak desa maupun pemerintah daerah.

Satuman, salah seorang warga Dusun Sungai Gali mengatakan, hampir seluruh aliran parit sudah mengalami penyumbatan dan pendangkalan. Tak heran ini menjadi penyebab banjir saat hujan melanda kawasan ini. "Iya sepanjang parit di sini memang sudah tersumbat oleh lumpur yang terbawa air saat hujan deras, sehingga parit menjadi dangkal, di tambah lagi tanaman liar yang membuat aliran air semakin tersumbat," ucapnya saat membersihkan parit.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pemuda Sungai Gali, Abdul Kholik menjelaskan, selain untuk mengantisipasi banjir, kegiatan ini juga untuk membudayakan gotong royong di lingkungan desa, yang selama ini kurang di berdayakan oleh perangkat desa setempat.

"Memang kegiatan ini adalah swadaya pemuda Sungai Gali, sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekitar, dan sebagai pemicu kesadaran aparat desa untuk lebih meningkatkan kepedulian akan pentingnya gotong royong dalam menjaga kebersihan desa," jelasnya.

Hal senada dikatakan Rossi yang menilai pentingnya gotong royong dalam kehidupan sosial, serta kurangnya kesadaran pemerintah daerah dalam menyosialisasikan budaya ini. "Sejauh ini yang saya lihat hanya kesadaran warga saja untuk melakukan kegiatan gotong royong membersihkan parit, dan bukan kegiatan yang memang diadakan oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah, padahal Sungai Gali kerap mengalami banjir," ujarnya.

Rossi menyesalkan para pejabat daerah dan wakil rakyat Kayong Utara yang hanya mau turun bersosialisasi saat menjelang pemilu, namun tidak pernah turun ke desanya untuk melihat dan membantu permasalahan yang ada, seperti banjir yang kerap menjadi keluhan warga.

"Seharusnya pimpinan daerah dan wakil rakyat juga mempunyai andil dalam menjaga lingkungan seperti ini, membudayakan gotong royong di kehidupan masyarakat, bukan hanya datang untuk meminta suara sebelum pemilu, setelah itu hilang batang hidungnya," kata Rossi. (bule/ind)

Komentar