Langganan SP 2

Kejari Ketapang ‘Lawan’ Putusan Bebas Perkara Narkoba

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 244

Kejari Ketapang ‘Lawan’ Putusan Bebas Perkara Narkoba
Ilustrasi
KETAPANG, SP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang berharap Mahkamah Agung (MA) menerima Kasasi yang telah mereka ajukan terkait putusan vonis bebas yang diberikan Pengadilan Negeri (PN) Ketapang terhadap terdakwa atas nama Mellyana alias Cece dalam kasus narkoba dengan barang bukti 74 gram sabu serta 100 pil ekstasi. Kasasi sendiri disampaikan oleh Kejari Ketapang pada Selasa (22/8) sehari sebelum masa pengajuan Kasasi berakhir.

"Sehari sebelum berakhir, kita telah mengajukan Kasasi, yang mana memori kasasi kita kirim ke PN Ketapang pada 22 Agustus lalu dan selanjutnya tinggal PN mengirim ke MA," ungkap Kasi Pidum Kejari Ketapang, Syamsul Bahri S, Minggu (27/8). Ia melanjutkan, pihaknya saat ini hanya tinggal menunggu putusan dari MA terkait Kasasi yang diajukan. Mengenai kapan waktu putusan MA keluar, ia berharap sesegera mungkin.

"Mudah-mudahan putusannya tidak terlalu lama, karena kita khawatir terdakwa menghilang atau pergi," terangnya. Ia menambahkan, kalau Kasasi yang dilakukan pihaknya merupakan yang pertama kali dalam kasus narkoba lantaran pihaknya merasa vonis bebas oleh PN ke terdakwa terdapat kesalahan, apalagi menurutnya kasus narkoba ini merupakan kasus dengan barang bukti terbesar selama tahun 2016 hingga 2017 di Kabupaten Ketapang.

"Harapan kita, Kasasi diterima dengan alasan yang telah dicantumkan untuk harusnya tidak divonis bebas karena alat bukti dan saksi juga ada dalam kasus ini," katanya. Ia menjelaskan, selain mengirim memori kasasi ke MA, PN Ketapang berkewajiban menyampaikan memori Kasasi kepada terdakwa, untuk kemudian ditanggapi oleh terdakwa, apakah terdakwa kontra atau tidak.

"Jika terdakwa keberatan dengan kasasi itu, maka silahkan membuat kontra kasasi yang ditembuskan ke PN dan Kejaksaan untuk kemudian dikirim ke MA," jelasnya. Untuk diketahui, sebelumnya Kasi Pidum Kejari Ketapang, Syamsul Bahri telah menjelaskan kronologis kasus tersebut yang mana pada 31 Desember ada pengiriman barang dari Pontianak ke Ketapang menggunakan jasa pengiriman Kallstar yang mana saat masuk dalam X-Ray bandara ditemukan barang mencurigakan berisi narkoba, dari situ petugas X-Ray bandara melaporkan kejadian ke Polda.

"Guna memastikan siapa pemilik barang, penyidik Polda mengikuti arah pengiriman barang sampai ke Ketapang, kemudian mereka berkoordinasi dengan petugas kargo Kallstar agar mengawasi siapa yang mengambil barang diduga berisi narkoba tersebut," terangnya.

Setelah beberapa waktu menunggu, diketahui ternyata terdakwa yang nama dan nomor handphone tertera di paket kiriman tersebut menyuruh temannya untuk mengambilkan barang tersebut dan temannya terdakwa meminta tolong rekannya yang bekerja sebagai petugas honor di bandara untuk mengambilkan barang milik terdakwa.

Terdakwa mengetikkan nomor resi barang menggunakan handphone temannya yang dikirim ke petugas bandara yang dimintai bantuan mengambil barang, setelah barang diambil polisi mengamankan petugas honor bandara yang kemudian mengaku itu bukan barangnya melainkan temannya yang meminta tolong untuk diambilkan.

Sementara itu, sebelumnya, Humas Pengadilan Negeri (PN) Ketapang, Hendra Kusuma Wardhana membenarkan PN Ketapang telah memutus bebas terhadap terdakwa atas nama Mellyana alias Cece atas perkara narkotika pada Senin (31/7) lalu.

"Kalau kita humas tidak bisa terlalu mengomentari bagaimana hasil persidangan karena itu indepedensi majelis hakim," ungkapnya. Ia melanjutkan, dalam kasus tersebut sesuai apa yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kalau barang bukti dalam kasus tersebut sebanyak 74 gram sabu dan 100 butir pil ekstasi yang diduga merupakan barang milik terdakwa. (teo/ang)