Pelaku Pembakar Mobil Ketua FPRK Divonis 1,2 Tahun Penjara

Ketapang

Editor Tajil Atifin Dibaca : 362

Pelaku Pembakar Mobil Ketua FPRK Divonis 1,2 Tahun Penjara
ilustrasi
KETAPANG, SP - Setelah melalui beberapa kali persidangan, Pengadilan Negeri (PN) Ketapang akhirnya memvonis terdakwa Adi Priyono alias Ujang pelaku pembakaran mobil Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK) dengan hukuman penjara selama 1,2 tahun lamanya, Selasa (5/9).

Ketua FPRK Ketapang, Isa Anshari mengaku bersyukur dan menerima vonis hukuman terhadap terdakwa tersebut, lantaran vonis hukuman tidak jauh berbeda dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Sudah vonis, saya pribadi menerima vonisnya 1,2 tahun penjara kepada terdakwa, karena perlakukan terdakwa merupakan teror bagi saya pribadi, dan keluarga," katanya, Selasa (5/9).

Ia melanjutkan, pada persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan tuntutan 1,4 tahun. Namun, dirinya masih menyayangkan sikap pelaku yang selama persidangan tidak mau mengakui kalau ada pelaku lain selain dirinya.

"Kita kesal dengan sikap pelaku yang tidak mau mengaku ada pelaku lain selain dia, padahal saksi mata yang melihat aksi pelaku melihat ada orang lain yang menunggu di atas motor sebelum para pelaku melarikan diri," tegasnya.

Untuk itu, ia berharap meskipun satu terdakwa pelaku pembakaran mobilnya telah dihukum penjara, dirinya meminta aparat kepolisian untuk tetap mengusut keterlibatan pihak lain mengenai kasus teror pembakaran mobil miliknya.

"Karena ini masih menjadi tanda tanya bagi saya pribadi dan juga masyarakat. Untuk itu, saya meminta kasus ini untuk tetap diselidiki karena saya yakin ada dalang dibalik pelaku, apalagi pembakaran mobil terjadi pasca saya dan kawan-kawan melakukan aksi membela tenaga kontrak yang tidak lulus," ungkapnya.
"Sedangkan pelaku merupakan salah satu tenaga kontrak tidak lulus, kemudian saya juga tidak kenal dan tidak pernah merasa ada masalah sama pelaku," tambahnya.

Ia menegaskan, akan terus berupaya mencari informasi mengenai keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Jika pelaku lainnya tidak terungkap, maka bukan tidak mungkin ke depan teror serupa akan terus terjadi di Ketapang.

"Untuk meminimalisir hal tersebut, selain menghukum pelaku yang sudah didapat, tentu dugaan adanya pelaku lain harus diungkap agar hal serupa tidak terulang kembali," tutupnya. (teo/bob)

Komentar