PLN Resmikan Program Listrik Desa

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 602

PLN Resmikan Program Listrik Desa
PERESMIAN - Bupati Ketapang, Martin Rantan, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, Dandim 1203 Ketapang, Letkol (Inf) Riko, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Junaidi, SP, General Manager PLN Wilayah Kalbar, Richard Safkaur secara bersama-sama menekan tombol sirene, se
KETAPANG, SP - PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) meresmikan operasional jaringan listrik melalui program listrik desa di 33 lokasi se-Kalbar. Kegiatan peresmian ini dipusatkan di Desa Kemuning Biutak, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS), Jumat (15/9).

Peresmian dihadiri langsung Bupati Ketapang, Martin Rantan beserta jajarannya, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario, Dandim 1203 Ketapang, Letkol (Inf) Riko, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Junaidi, General Manager PLN Wilayah Kalbar, Richard Safkaur dan beberapa pihak lainnya.

General Manager PLN Wilayah Kalimantan Barat, Richard Safkaur dalam sambutannya mengatakan, Desa Kemuning Biutak sendiri merupakan satu di antara 33 desa program listrik desa tahun anggaran  2016 yang diresmikan pada hari ini.

"Proyek listrik desa diresmikan hari ini dan dipusatkan di Desa Kemuning Biutak. Nantinya sebanyak 210 pelanggan baru di Desa Kemuning yang akan menikmati aliran listrik PLN," ungkapnya, Jumat (15/9).

Ia melanjutkan, program pembangunan jaringan listrik desa tujuanya untuk meningkatkan rasio eletrifikasi termasuk di Ketapang, yang mana hingga Agustus 2017, rasio elektrifikasi Kabupaten Ketapang sudah mencapai angka 72 persen.

"Listrik desa ini disuplai dari sistem kelistrikan area ketapang menggunakan pembangkit listrik tenaga diesel serta menggunakan JTM dengan jarak 18,9 Kms dan JTR dengan jarak 3,9 Kms serta total Gardu mencapai 150 Kva," terangnya.

Dalam pembangunan listrik desa, Richard mengatakan, tentu terdapat kendala dan kesulitan di antaranya akses menuju desa yang terbatas, namun hal tersebut tidak jadi penghalang, lantaran pihaknya termotivasi jika melihat senyum bahagia masyarakat yang merasakan manfaat listrik.

"Untuk di Ketapang dan Kayong Utara sendiri ada enam lokasi desa atau dusun yang terdapat pekerjaan tahun anggaran 2016 yang telah dibangun jaringan listrik di antaranya, Desa Batu Barat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Desa Kusik Batu Lapu, Kecamatan Jelai Hulu, Desa Sukaharja Bukit Kelambing, Kecamatan Singkup, Desa Belaban, Kecamatan Marau, Desa Tebing Berseri, Kecamatan Jelai Hulu dan Dea Kemuning Biutak,  Kec Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang," terangnya.

Di samping itu, pihaknya juga memiliki data mengenai rasio desa yang sudah berlistrik maupun belum se-Kalbar termasuk di Ketapang. Yang mana di Kalbar rasio desa berlistrik mencapai 80 persen lebih dan untuk PLN Area Ketapang yang mencakup dua kabupaten yakni  Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara (KKU) dari total 305 desa, baru 246 desa yang berlistrik dan 59 desa belum.

"Khususnya di Ketapang dari 261 desa yang sudah berlistrik 208 desa dan yang belum 53 desa, jadi rasionya sudah 79,6 persen di Ketapang desanya sudah berlistrik," terangnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kemuning Biutak, Rudi Masla mengucapkan terimakasih kepada PLN, Pemkab dan pihak terkait lainnya atas masuknya listrik di desanya. Hal tersebut lantaran sudah puluhan tahun desanya tanpa listrik.

"Sejak Indonesia Merdeka 72 tahun, baru sekarang kami bisa menikmati listrik," ungkapnya.

Untuk diketahui, sedikitnya da sekitar 400 an lebih Kepala Keluarga (KK) di desanya yang akan menikmati listrik jaringan baru, dan ini merupakan kabar baik lantaran selama puluhan tahun warga hanya menggunakan genset untuk penerangan sehari-hari.

"Tiap hari menggunakan genset dan harus merogoh kocek Rp30 - 50 ribu perharinya, itupun hidupnya hanya sebentar saja menggunakan genset," katanya. (teo/bob)

Komentar