Pemda Buat Parit Pembatas di Pasar Haji Sani

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 535

Pemda Buat Parit Pembatas di Pasar Haji Sani
KERUK PARIT - Sebuah alat berat eksavator sedang mengeruk tanah untuk membuat parit pembatas di depan dan samping Pasar Haji Sani di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (21/9) dini hari.
KETAPANG, SP - Pemerintah Daerah (Pemda) Ketapang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dibantu anggota TNI dan Polri membuat parit pembatas di depan dan samping Pasar Haji Sani yang terletak di Jalan KH Mansyur, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Kamis (21/9) dini hari. Kegiatan pedagang di lokasi tersebut dinilai Ilegal.


Dari pantauan, tim gabungan yang berjumlah 211 personil, terdiri dari 57 anggota Satpol PP, 41 personil Polres, 31 personil Brimob serta 20 personil Kodim 1203 Ketapang, bergerak menuju lokasi pada pukul 02.30 WIB dengan menggunakan dua mobil dalmas, beberapa kendaraan roda empat, motor serta satu eksavator. Ratusan pedagang juga ikut berkumpul tepat di depan pasar.

 Mereka menolak dilakukan relokasi dan penggusuran oleh Pemda Ketapang. Kepala Bidang Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum Satpol PP Ketapang, Drs Mashudi, mengatakan, pembuatan parit pembatas dilakukan pihaknya setelah melalui berbagai prosedur.

"Pasar ini jelas ilegal karena melanggar aturan, termasuk peraturan perdagangan. Kita turun hari ini karena mendapat surat tugas dari Bupati Ketapang. Sebelumnya kita telah beri imbauan kepada pedagang. Surat penyampaian penutupan dari Disperindag sudah dua kali dilakukan, pemeriksaan melalui PPNS juga sudah dilakukan. Atas dasar itulah kita lakukan kegiatan subuh ini," ungkapnya, Kamis (21/9) dini hari.

Ia melanjutkan, penertiban pasar yang dilakukan ini sama sekali tidak merusak bangunan fisik lantaran merupakan milik pribadi. Pihaknya dalam kegiatan ini hanya mengeruk tanah untuk membuat parit batas menggunakan eksavator di daerah milik jalan (DMJ). "Kami melaksanakan kegiatan dengan cara humanis, tidak menganggu bangunan fisik hanya membuat parit batas untuk pembuatan drainase nantinya," terangnya.

Setelah pengerukan tanah di depan dan samping pasar tersebut, pihaknya akan memantau lokasi pasar dengan menempatkan anggota baik dari Satpol PP, Polres maupun Brimob hingga beberapa hari ke depan. "Setelah kegiatan ini secara bertahap terus kita lakukan koordinasi dengan lintas sektoral karena kami (satpol-pp) hanya sebagai penegak Perda sehingga koordinasi harus dilakukan pihak terkait untuk solusi bagi para pedagang," tukasnya.

Saat dikonfirmasi, satu diantara pedagang ikan di Pasar Haji Sani, Adam (54) mengaku kecewa dengan sikap Satpol PP serta Disperindagkop Ketapang karena tidak melakukan pendataan terhadap para pedagang di Pasar Haji Sani terlebih dahulu. "Saya berjualan di sini sejak pasar ini dibuka tahun 2004 silam, tidak ada pendataan dan tiba-tiba kami mau dipindahkan," ujarnya usai pengerukan parit batas.

Menurut Adam, sebelumnya dia dan para pedagang lainnya pernah disuruh pindah oleh Pemda ke Pasar Rangge Sentap, namun kenyataannya selama 15 hari pindah pihaknya sama sekali tidak mendapatkan meja atau lokasi berdagang. "Makanya kami kembali lagi di sini, sekarang disuruh pindah lagi tanpa ada pendataan terhadap kami," katanya.

Adam mengaku dirinya juga tidak pernah membayar retribusi ke Pemda Ketapang dan hanya membayar kepada pemilik tanah. Ia menilai kebijakan Pemda Ketapang untuk memindahkan para pedagang tidak tepat karena lokasi pasar relokasi dinilai tidak cukup layak.

"Kalau sekarang mau dipindahkan saya rasa pasar di sentap tidak cukup untuk menampung kami, kami juga tidak mau keberadaan kami di sana malah menimbulkan sesuatu," tegasnya. Secara pribadi Adam sangat tidak setuju dilakukan pengerukan tanah untuk membuat parit batas di depan dan samping pasar karena menganggu aktivitas perdagangan. Ia juga mengaku akan tetap berjualan demi menghidupi anak istrinya.

"Kalau memang harus dipindah kami minta jangan ada pasar liar lainnya di Ketapang, semua juga harus di tertibkan, jangan tebang pilih," pintanya. (teo/ind)