Kejari Kembalikan Berkas Sonlie

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 309

Kejari Kembalikan Berkas Sonlie
Ilustrasi
KETAPANG, SP - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang mengembalikan berkas perkara Sonlie, seorang tersangka kasus pengadaan pembangunan kontruksi penambahan ruang kelas dengan total anggaran Rp8,9 miliar dari DAK Disdik tahun 2011 ke penyidik Polres Ketapang. Berkas perkara tersangka yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata dinilai belum lengkap.

Plh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ketapang, Agus Suroto melalui Kasi Pidsus Kejari Ketapang, Zulkhaidir menyatakan berkas perkara atas tersangka Sonlie dinilai masih belum lengkap.

"Kita sudah kirim pernyataan, bahwa berkas perkara kita P18-kan ke penyidik Polres Ketapang beberapa hari lalu, karena memang belum lengkap," ungkapnya, Selasa (26/9).

Agus mengatakan, berkas perkara secara utuh memang belum dikembalikannya, lantaran pihaknya masih membuat petunjuk baik formil maupun materil terhadap berkas tersebut, untuk kemudian diserahkan ke penyidik Polres Ketapang sebagai bahan untuk melengkapi berkas perkara itu.

"Sementara baru pernyataan surat P18 dulu, nanti berkas secara utuh beserta petunjuk-petunjuknya menyusul," katanya.

Kejaksaan sendiri, tambahnya berkomitmen memberantas tindak pidana korupsi di Ketapang. Namun dalam penanganannya, mesti dilakukan dengan teliti terhadap berkas perkara dugaan kasus korupsi, lantaran untuk melimpahkan suatu perkara pihaknya harus benar-benar yakin dan juga siap.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kapolres Ketapang, AKBP Sunario melalui Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rulli Robinson Polii membenarkan, bahwa berkas perkara tersangka kasus DAK dikembalikan oleh Kejaksaan, hal tersebut lantaran dinilai belum lengkap.

"Karena ada beberapa yang belum lengkap, jadi nanti akan kita lengkapi sesuai petunjuk yang diberikan," ujarnya.

Di samping itu, pihaknya tetap berkomitmen menyelesaikan kasus ini, terlebih kasus tersebut sudah berjalan cukup lama. Untuk itu, dirinya akan segera mengikuti petunjuk yang diberikan, guna melengkapi kekurangan berkas perkara.

"Secara keseluruhan data sudah terpenuhi dan dipegang sama penyidik, nanti kalau sudah selesai akan kita limpahkan kembali," terangnya. (teo/bob)