Pemkab Dorong Aktifkan Seluruh Penyuluh Pertanian

Ketapang

Editor Kiwi Dibaca : 437

Pemkab Dorong Aktifkan Seluruh Penyuluh Pertanian
TANAM UBI GAJAH - Bupati Ketapang didampingi Kepala Dinas Pertanian saat menanam bibit ubi gajah disela-sela kunjungan kerja bupati di sejumlah kecamatan di Kabupaten Ketapang
KETAPANG, SP - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang mendorong Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan mengaktifkan kembali Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada. Bupati Ketapang, Martin Rantan, SH mengatakan, pengaktifan BPP di seluruh Kabupaten Ketapang bertujuan untuk memberdayakan secara maksimal potensi sumber daya alam, khususnya di sektor pertanian.

"Hal ini juga untuk mengaktualisasikan misi ketiga Bupati dan Wakil Bupati Ketapang yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat," ungkapnya saat peresmian rumah Pastor di Desa Sungai Daka, Kecamatan Sungai Laur. Mengaktifkan kembali BPP se-Ketapang ini juga disampaikan Bupati Ketapang saat pertemuan di sejumlah desa di Sungai Laur, Simpang Dua, maupun di Simpang Hulu.

Potensi pertanian di Kabupaten Ketapang sangat besar, dimana 70 persen masyarakat Ketapang masih bekerja di sektor pertanian ini. Ia menjelaskan tidak semua bisa jadi bupati, jadi anggota DPRD, PNS, TNI/Polri  dan lain sebagainya. Oleh karena untuk membangun ekonomi masyarakat haruslah meningkatkan potensi pertanian secara maksimal. Apakah termasuk pertanian padi, karet, sawit, ubi dan lain sebagainya.

Selain mengimbau masyarakat untuk memberdayakan memanfaatkan lahan untuk meningkatkan ekonominya. Bupati Ketapang juga mengunjungi sejumlah BPP yang ada. Mulai dari BPP Nanga Tayap, BPP Sandai, BPP Simpang Dua, dan BPP Tumbang Titi. Di BPP Nanga Tayap, Bupati sempat melihat demontrasi penggunaan alat-alat pertanian sekaligus menanam ubi kayu gajah bersama Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Ubi kayu gajah ini akan dikembangkan masyarakat.

Dimana, dapat mensuplay kebutuhan PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park yang membangun pabrik pengolahan di Kecamatan Muara Pawan. "BPP harus menjadi kawasan percontohan tanaman masyarakat," ujar Bupati. BPP menjadi kawasan percontohan tersebut juga disampaikan Bupati Ketapang ketika meninjau BPP-BPP yang dilalui. Pada setiap kecamatan terdapat kawasan seluas 20 hektar.

Dimana pada kawasan itu penyuluh BPP bisa membuat kawasan percontohan, mulai dari tanaman padi, sawit, ubi kayu, jagung,  sayur dan lain sebagainya.
Bila diperlukan ada peternakan sapi sehingga bisa memberikan contoh kepada masyarakat dalam mengolah kompos. Begitu juga dengan kolam perikanan.

"Tujuannya agar tanaman-tanaman yang dikelola BPP bisa menjadi contoh langsung kepada masyarakat," papar  Bupati Ketapang.
Karena itu Bupati Ketapang mengharapkan ada Brigade Alsintan atau Brigade pertanian. Mendorong percepatan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam memberdayakan potensi lahan yang kurang produktif tersebut, maka pada Senin (16/10), Bupati Ketapang mengundang para penyuluh untuk rapat di Ketapang.

Informasi untuk mengundang para penyuluh tersebut tak hanya disampaikan kepada Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Ketapang. Tetapi langsung juga disampaikan Bupati Ketapang kepada para penyuluh di BPP yang dilalui dalam kunjungan kerja selama beberapa hari di Kecamatan Sungai Laur dan Simpang Dua. BPP percontohan kepada petani, diharapkan Bupati Ketapang dapat meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Selain itu, petani juga dapat belajar secara langsung bagaimana teknis bertani yang baik dan benar sehingga hasilnya meningkat. Jika hasil pertanian meningkat maka diharapkan dapat mendorong masyarakat menjadi lebih sejahtera. Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Ketapang, Ir. L.Sikat Gudag M.Si menerangkan besarnya potensi lahan di Kabupaten Ketapang.

Masyarakat bisa memanfaat lahan ini untuk menyejahterakan perekonomiannya. Apalagi, belum lama ini Pemkab Ketapang sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan  PT Ketapang Ecology and Agriculture Foresty Industrial Park. Dimana perusahaan yang membangun pabrik pengolahan di Kecamatan Muara Pawan siap menampung ubi kayu dari masyarakat. 

"Menggerakkan potensi pertanian masyarakatnya, maka BPP-BPP didorong secara aktif melakukan penyuluhan. Investasi dari perusahaan ini peluang yang  bagus dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat," ucap Ir.L.Sikat Gudag M.Si. (pk/teo/ind)