Dugaan Ilegal Log di Riam Bunut

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 105

Dugaan Ilegal Log di Riam Bunut
KAYU – Tampak tumpukan kayu yang diduga hasil praktik pembalakan liar di Dusun Bumbung Raya, Desa Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur, Ketapang. Warga meminta kepolisian segera melakukan pengusutan. (Ist)

Supriadi Minta Polres Ketapang Segera Usut


Supriadi, LSM Tindak Ketapang
"Untuk jumlah kayunya kita kurang tahu, yang jelas kalau dilihat kayu berukuran berbagai jenis dan jumlahnya ratusan batang,"

KETAPANG, SP - Anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tindak Kabupaten Ketapang, Supriadi meminta Kepolisian Resort Ketapang menindak tegas adanya lokasi pengolahan dan penyimpanan kayu di Dusun Bumbung Raya, Desa Riam Bunut, Kecamatan Sungai Laur yang diduga Ilegal.

"Kemarin (Minggu) sekitar pukul 15.00 WIB kita tidak sengaja melihat tumpukan kayu di pinggir jalan di Dusun Bumbung Raya, seketika itu kita turun untuk melihatnya," kata Supriadi, Senin (8/1).

Saat melihat langsung lokasi tumpukan kayu dan pengolahannya, terdapat salah satu warga yang mengaku bernama Olwan, dari pengakuannya kayu tersebut merupakan milik Kepala Desa yang juga merupakan abang kandungnya.

"Kita juga sempat menanyakan soal dokumen kayu itu, namun warga yang mengaku sebagai adik kepala desa tidak mau menjawab dan hanya diam saja," tuturnya.

Ia menambahkan, dia kemudian mengambil foto-foto tumpukan kayu yang berbagai macam ukuran serta sempat mengambil gambar video aktivitas pengolahan kayu tersebut.

"Untuk jumlah kayunya kita kurang tahu, yang jelas kalau dilihat kayu berukuran berbagai jenis dan jumlahnya ratusan batang," katanya.

Pembalakan liar atau illegal logging adalah kegiatan penebangan, pengangkutan dan penjualan kayu yang merupakan bentuk ancaman faktual disekitar perbatasan yang tidak sah atau tidak memiliki izin dari otoritas setempat.

Untuk itu, ia meminta kepada Polres Ketapang segera menindaklanjuti temuan pihaknya dengan mengirim anggota memeriksa keabsahan dokumen kayu-kayu dan tempat pengolahan kayu tersebut.

"Kita minta kepada Pak Kapolres untuk dapat menindak lanjuti temuan kami ini dan memberikan sanksi tegas kepada siapapun pemilik kayu tersebut jika memang terbukti Ilegal," mintanya.

Apalagi menurutnya, lokasi pengolahan dan tumpukan kayu tersebut berada di Jalan Lintas Kecamatan menuju desa dan hanya berjarak sekitar 500 meter dari jalan provinsi. "Aksesnya terjangkau, jadi bisa secepatnya diusut," mintanya.

Sebelumnya Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polli mengaku kesulitan menuntaskan permasalahan ilegal loging karena tidak ada lagi Dinas Kehutanan di Kabupaten Ketapang, yang berfungsi mengecek langsung ke TKP.

"Kehutanan provinsi sudah kita surati tapi sampai sekarang belum ada jawaban, selama ini kendalanya memang ini, prosesnya lama. Jadi sementara sambil menunggu jawaban pihak kehutanan dan menunggu pengecekan tunggul kayu, barang bukti berupa ratusan kayu dan tiga truk kita amankan di Mapolres Ketapang," tegasnya.

Kapolres Perintahkan Polsek


Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Sunario mengaku sudah mendapatkan informasi terkait aktifitas pengolahan kayu di Kecamatan Sungai Laur tersebut. Saat ini pihaknya sedang melakukan penelusuran ke lokasi tersebut dengan memerintahkan anggota Polsek terdekat.

"Informasi soal itu sudah saya dapat, sekarang anggota sudah saya perintahkan mengecek ke lokasi soal kebenarannya," tuturnya.

Untuk itu, dirinya belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut, apakah benar aktivitas Ilegal atau bukan. "Kita tunggu hasil dari anggota kelapangan," tukasnya. 

AKBP Sunario mengatakan kalau dirinya komitmen memberantas ilegal log di wilayah hukum Polres Ketapang. Bahkan dirinya sejak awal bertugas, sudah memperingatkan seluruh anggotanya agar tidak terlibat dalam kegiatan haram tersebut.

Saat ini pihaknya sudah beberapa kali menindak kasus pembalakan liar, bahkan beberapa  sudah ditindak lanjuti di Pengadilan Negeri (PN) Ketapang. (teo/ang)