Tak Terima Tanda Tangan Dipalsukan, Warga Sungai Kelik Melapor ke Polisi

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 368

Tak Terima Tanda Tangan Dipalsukan, Warga Sungai Kelik Melapor ke Polisi
LAPORAN - Laporan warga Desa Sungai Kelik atas pemalsuan tanda tangan oleh oknum warga,Selasa (9/1). (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Puluhan warga Desa Sungai Kelik, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang mendatangi Polres Ketapang guna melaporkan oknum warga yang memalsukan tanda tangan ratusan masyarakat di desa tersebut, Selasa (9/1).

Ketua BPD Sungai Kelik, Ridwan menyebutkan, tanda tangan yang dipalsukan tersebut dipergunakan oknum warga untuk mengadu domba dan merusak keharmonisan khususnya antara masyarakat dengan PT Ladang Sawit Mas (LSM) anak perusahaan Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group.

"Jadi masyarakat merasa difitnah dengan dipalsukannya tanda tangan ratusan masyarakat itu, padahal masyarakat setempat banyak bekerja di perusahaan itu," ungkapnya.

Ia melanjutkan, tanda tangan palsu tersebut tertuang dalam pernyataan yang menyatakan masyarakat resah atau menolak keberadaan limbah PT LSM yang dinilai mencemari lingkungan yang jaraknya sekitar 150 meter dari pemukiman warga.

"Tanda tangan dipalsukan seolah-olah sebagai bukti dukungan masyarakat menolak keberadaan limbah, yang memalsukannya warga atas nama Sandi. Jujur kita kecewa ada oknum warga yang mengatasnamakan masyarakat memalsukan tanda tangan," jelasnya.

Padahal, masyarakat sama sekali tidak merasa keberadaan limbah PT LSM tersebut mencemari lingkungan.

Mantan Kepala Desa Sungai Kelik, Saprol mengaku resah dengan tindakan oknum pemalsu tanda tangan, terlebih tanda tangan yang dipalsukan ada atas nama anak-anak di bawah umur dan yang sudah meninggal dunia. (teo)