Tim Gabungan Tertibkan Lokalisasi Kolam

Ketapang

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 206

Tim Gabungan Tertibkan Lokalisasi Kolam
Ilustrasi. Net
KETAPANG, SP - Setelah berdiri selama bertahun-tahun, akhirnya tim gabungan terdiri dari Satpol PP, Polri, TNI melakukan penertiban lokalisasi kolam yang berada di Desa Payak Kumang, Kecamatan Delta Pawan, Sabtu (20/1).

Kepala Satpol PP Ketapang, Muslimin mengatakan, penertiban tidak langsung dengan pembongkaran kamar, lantaran masih diberikan waktu untuk dilakukan pembongkaran sendiri oleh masing-masing pemilik, hingga Senin (22/1).

Ia menjelaskan, jika pada waktu yang telah ditentukan, masih ada pemilik kafe atau rumah di lokalisasi Kolam ada yang memiliki lebih dari satu kamar, maka akan langsung dilakukan pembongkaran sesuai kesepakatan.

"Kalau masih ada yang belum membongkar kamarnya, kita akan bongkar paksa bahkan bisa sampai seluruh bangunannya dibongkar," ungkapnya, Minggu (21/1).

Ia melanjutkan, kafe atau rumah di lokasi tersebut tidak akan dibongkar jika memang hanya dipergunakan untuk berjualan warung kopi atau rumah makan dengan dilengkapi perizinanya.

"Pemilik jangan coba-coba membuka atau menyediakan prostitusi lagi, karena kita akan pantau setelah penertiban dilakukan, termasuk masyarakat akan memantaunya. Jika kedapatan akan kita tindak," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Payak Kumang, Hadi Supratman mengaku penertiban berawal dari permintaan yang mendesak dari masyarakat di lingkungan lokalisasi tersebut. "Masyarakat meminta dan mengadu kepada kita, sehingga kita meminta Pemda untuk melakukan penertiban," terangnya.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sejak bulan Mei 2017, dengan meminta pemilik untuk tidak menjadikan tempat sebagai lokasi prostitusi, dan akhirnya didapati kesepakatan bersama kalau pemilik tidak menyediakan prostitusi lagi, serta membuat surat edaran agar pemilik membongkar kamar tempat prostitusinya. 

"Sebab di dalam kafe ada kamar yang dijadikan tempat prostitusi, makanya kamarnya ditertibkan. Jadi kalau masih ada tentu akan dibongkar paksa termasuk seluruh bangunannya," tukasnya. (teo/pul)