Polres Ketapang Dalami Dugaan Korupsi Dana Bantuan Oleh Gapoktan

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 761

Polres Ketapang Dalami Dugaan Korupsi Dana Bantuan Oleh Gapoktan
Kasatreskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii. (SP/Teo)
KETAPANG, SP – Polres Ketapang, tengah menyelidiki laporan mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Ketua Gapoktan Harapan Bersama, Muhammad Amin yang diduga mencairkan dana bantuan tanpa rekomendasi pihak terkait.

Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Rully Robinson Polii menjelaskan, laporan mengenai dugaan tindak pidana korupsi disampaikan satu di antara Ketua kelompok tani, Abdul Kholik dari jumlah delapan kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Harapan Bersama.

"Laporan sudah kami terima dan saat ini tengah dalam proses," ungkapnya, Kamis (8/2).

Ia melanjutkan, dalam laporan tersebut, Abdul Kholik selaku penerima kuasa dari kelompok-kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Harapan Bersama, menyampaikan adanya dugaan tindak pidana korupsi anggaran dana bantuan tanam padi teknologi Hazton dengan total anggaran sebesar Rp664 juta yang masuk ke rekening Gapoktan Harapan Bersama.

"Total bantuan tersebut terbagi untuk delapan kelompok yang masing-masing kelompok harusnya menerima Rp 83 juta," terangnya.

Namun, menurut keterangan Abdul Kholik, Ketua Gapoktan Harapan Bersama, Muhammad Amin pada bulan Agustus 2017 lalu melakukan pencairan dana bantuan sebesar Rp250 juta yang mana pencairan tersebut tanpa adanya rekomendasi dari dinas pertanian.

"Dan uangnya tidak disalurkan bahkan dimasukkan ke rekening individu, sehingga membuat gejolak di kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan Harapan Bersama," tuturnya. (teo)