KPAID Ketapang Dalami Kasus Siswi Lompat dari Jembatan

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 291

KPAID Ketapang Dalami Kasus Siswi Lompat dari Jembatan
Evakuasi siswi RS yang lompat dari jembatan Pawan. (ist)
KETAPANG, SP - Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Ketapang, Harlisa mengaku pihaknya akan mendalami terlebih dahulu kasus siswi yang mencoba bunuh diri dengan lompat dari Jembatan Pawan, Jumat (9/2).

"Hari ini kami upayakan ketemu korban dan keluarga korban agar kami bisa mendalami dahulu persoalan yang dihadapi sehingga kami bisa menganalisa dan menentukan mengambil langkah-langkah apa kedepannya," ungkapnya, Sabtu (10/2).

Ia melanjutkan, pihaknya tentu akan melakukan pendekatan terlebih dahulu dan tentu harapannya pihak orangtua, sekolah dan lingkungan dapat bekerja sama dan terbuka sehingga bisa memberikan masukan dan informasi yang dapat dipergunakan pihaknya untuk menganalisasi korban.

"Kita berharap orangtua, sekolah dapat terbuka dan bisa mendengarkan keluhan anak supaya ketika ada masalah tidak memendam sendiri," tuturnya.

Ia menambahkan, kedekatan orangtua dan pengenalan agama menjadi penting kepada anak-anak terlebih saat ini alat-alat komunikasi yang semakin canggih. Berpengaruh terhadap anak dengan mudahnya komunikasi yang dapat membuat anak-anak mudah mencurahkan isi hati kepada orang lain yang malah tidak tepat sasaran sehingga mendapat masukan yang salah.

"Yang jelas untuk kejadian seperti ini tugas kita semua untuk membantu dan peduli terhadap korban," ajaknya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya teman-teman korban untuk dapat memahami korban, sebab setiap orang pasti mempunyai masalah dan tidak mungkin mau berada di posisi ini.

"Jadi jangan membuly atau mengucilkan mereka yang mengalami hal seperti ini, jadi harus berpikir positif dan saling support," terangnya. (teo)