Siswi Lompat dari Jembatan, Psikolog Kalbar: Jangan Bully Korban

Ketapang

Editor K Balasa Dibaca : 734

Siswi Lompat dari Jembatan, Psikolog Kalbar: Jangan Bully Korban
Evakuasi siswi RS yang lompat dari jembatan Pawan. (ist)
KETAPANG, SP – Terkait aksi nekad siswi RS yang ingin mengakhiri hidupnya dengan lompat dari jembatan Pawan, Kabupaten Ketapang mendapat tanggapan dari Psikolog Kalbar, Maria Nofaola.

Dia menyarankan agar orangtua atau pihak keluarga korban untuk melakukan pemeriksaan psikologis korban kepada psikiater atau psikolog. Hal tersebut agar dapat diketahui apa yang sebenarnya dialami korban.

"Agar kita ketahui apakah korban mengalami depresi, bully atau peristiwa yang membuat dia drop atau mungkin mengalami gangguan misalnya halusinasi yang mendengar suara-suara negatif agar dia mengakhiri hidupnya. Kalau kita sudah tahu apa yang dialami tentu dari hasil itu tau langkah dan terapi bagaimana untuk korban," ungkapnya.

Ia meminta kepada lingkungan atau teman-teman korban untuk tidak membully atau menyinggung kejadian yang menimpa korban, lantaran hal tersebut sangat sensitif, dan diharapkan lingkungan maupun teman-teman dapat memperlakukan korban seperti biasa dan memberi perhatian lebih kepada korban.

"Kalau sebelumnya teman-temannya kurang memberi perhatian beri perhatian, kalau menghindari dekati yang jelas harus hal positif yang ditunjukkan teman-temannya kepada korban," tuturnya.

Hal tersebut juga harus dilakukan oleh orangtua korban maupun orang-oranng terdekat korban, dengan mengintropeksi diri atas kejadian ini. Apakah orangtua cuek atau jarang memperdulikan anak sehingga masalah dipendam sendiri, ini harus di intropeksi.

"Orangtua atau orang terdekat jangan mengingatkan apalagi memarahi korban atas kejadian ini, yang paling penting kejadian harus menjadi motivasi dan intropeksi orangtua dan orang terdekat korban agar mempelajari kenapa korban sampai begini apakah ada yang salah atau bagaimana," terangnya.

Iapun meminta kepada masyarakat, khususnya para pengguna media sosial untuk tidak membully atau mengingatkan korban atas kejadian yang sudah terjadi dan jika memang ingin memberikan pesan prihatin sampaikan dengan pesan yang bentuknya memberikan solusi.

"Kepada masyarakat kita berharap dapat peduli dengan lingkungan jangan hanya memperhatikan gadget sehingga selama lebih memperhatikan benda mati tetapi tidak memperhatikan orang sekitar kita mungkin sedang dalam masalah. Intinya kepekaan sosial harus ditingkat ditengah masyarakat," pungkasnya. (teo)