Ketapang Masuk Daerah Prioritas Penanganan Stunting se-Indonesia

Ketapang

Editor Andrie P Putra Dibaca : 346

Ketapang Masuk Daerah Prioritas Penanganan Stunting se-Indonesia
Foto bersama pihak Kemenkes RI dan jajaran Pemkab Ketapang usai rapat pembahasan stunting. (SP/Teo)
KETAPANG, SP - Jajaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan kunjungan kerja ke Ketapang. Kunjungan kerja dalam rangka monev terpadu penurunan angka stunting di Kalimantan Barat (Kalbar) khususnya Kabupaten Ketapang yang ditetapkan sebagai satu di antara daerah prioritas stunting dari seluruh Indonesia.

Dari pantauan kegiatan tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati (Wabup) Ketapang, Suprapto, Kepala Dinas Kesehatan,  eberapa camat dan kepala desa terkait dalam hal ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, Oscar Primadi mengatakan kedatangan pihaknya dalam rangka monev terpadu penurunan angka stunting di wilayah Kalbar khususnya Ketapang.

"Dari pemetaan kami terdapat beberapa kasus stunting di Kalbar termasuk di wilayah Ketapang dan dalam hal ini Ketapang juga menjadi satu di antara kabupaten prioritas dalam kasus stunting di Indonesia," ungkapnya, Selasa (13/2).

Ia melanjutkan,  dari seluruh Indonesia sedikitnya ada sembilan provinsi, seratus kabupaten/kota serta seribu desa yang menjadi prioritas terkait persoalan stunting sehingga pihaknya pada tahap awal termasuk di Ketapang akan melakukan intervensi secara spesifik serta sensitif terkait kasus ini secara bersama-sama.

Ia mengaku, dijadikan Ketapang menjadi satu di antara daerah prioritas stunting lantaran di beberapa wilayah di Ketapang terdapat kasus stunting yang cukup signifikan, meskipun secara riset kesehatan dasar hampir di seluruh Indonesia terdapat angka stunting.

"Meskipun masuk prioritas untuk ditangani tahap awal, kita tentu akan melakukan penanganan kasus stunting terhadap seluruh daerah se-Indonesia," tegasnya.

Ia menambahkan, dalam kasus stunting penangannya perlu sinergitas dan kerja sama pihak terkait misalkan Dinas Pertanian, pihak kecamatan, desa dan lainnya lantaran kasus tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Dinas Kesehatan saja, sehingga harapannya semua dinas terkait dapat bergerak bersama menangani persoalan ini, agar ke depan seluruh Indonesia khususnya Ketapang angka stunting dapat terus berkurang setiap tahunnya.

"Kalau misalkan tahun lalu 80 angkanya tahun ini turun menjadi 60 dan seterusnya agar ke depannya stunting tidak ada lagi di Indonesia," harapnya. (teo)